33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Prostitusi Liar Rusak Citra Kopeng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Praktik prostitusi terselubung membuat citra buruk Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Hal itu menjadikan wilayah tersebut sulit berkembang sebagai desa wisata.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yosep Bambang Trihardjono, citra buruk tersebut harus dihapus. Stigma buruk yang selama ini terbayang di benak para wisatawan, yakni maraknya prostitusi ilegal yang berlindung di hotel atau penginapan kelas melati yang tersebar di wilayah Kopeng harus dibersihkan.

“Setiap ada wisatawan yang masuk ke Kopeng selalu ditawari untuk ngamar. Seolah tidak ada tujuan lain selain untuk itu. Padahal banyak sekali potensi alam Kopeng yang bisa dikembangkan untuk menarik minat wisatawan untuk datang,” kata Yosep kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (22/1).

Dikatakan Yosep, ketika dirinya bertugas sebagai Camat Getasan pada 2001, pariwisata Desa Kopeng telah tercoreng praktik haram itu. Sampai saat ini pun citra buruk itu masih melekat.

“Generasi muda Desa Kopeng harus mau dan mampu merubah stigma buruk itu. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk dinikmati wisatawan yang datang ke sini,” katanya.

Yosep mengatakan, dana desa senilai kurang lebih Rp 1,2 miliar yang diterima Desa Kopeng dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur maupun kegiatan ekonomi produktif guna meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia menegaskan, agar kepala desa dan perangkat desa jeli dan kreatif melihat potensi alam maupun pertanian yang cocok untuk dikembangkan di Kopeng. Dicontohkan kegagalan dua kasus pengembangan usaha ekonomi warga Kopeng. Yakni, budidaya ulat sutra pada 2001 dan pengembangan demplot buah strawberry di Dusun Cuntel pada 2002 agar tidak terulang lagi. “Pilih dan pilah kegiatan ekonomi produktif warga yang sesuai dengan kondisi geografis dan sosiokultural setempat agar dapat berhasil,” pesannya.

Kades Kopeng, Rebo Sarwoto, mengakui masih banyak warganya yang belum memiliki jiwa dan semangat wirausaha. Karenanya, Pemdes Kopeng terus berupaya termasuk menggandeng konsultan pengembangan SDM untuk menumbuhkan semangat dan motivasi warga agar mau berwirausaha.

“Kita berharap citra buruk Kopeng itu hilang, dan generasi muda mempunyai kecakapan atau softskill yang memadai agar mampu menumbuhkan usaha ekonomi produktif,” harapnya.

Rebo juga berencana membuat usulan perubahan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Desa Kopeng guna menunjang pengembangan potensi pariwisatanya. Sebab menurutnya, desain RTRW saat ini belum memberikan ruang yang leluasa bagi Pemdes Kopeng untuk mengembangkan potensi pariwisata alam.

Sekretaris Kecamatan Getasan, Suyana, mengingatkan Pemdes Kopeng untuk mengaktifkan website atau laman Desa Kopeng yang diunggah di internet. “Harus dibuat dan disiapkan operatornya agar mampu menampilkan potensi Desa Kopeng ke seluruh dunia,” katanya. (ewb/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

806 Calon Pendaftar Lolos SMM Untidar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 806 calon mahasiswa resmi dinyatakan lolos Seleksi Masuk Mandiri Universitas Tidar (SMM Untidar) tahun 2018. Jumlah calon mahasiswa yang diterima...

Ajak NU-Muhammadiyah Beri Warna Pembangunan

RADARSEMARANG.COM, SRAGEN – Cawagub Jateng Ida Fauziyah menyatakan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk dirinya maju Pilgub terus mengalir. Pasangan dari Sudirman Said ini...

Film Karyanya Akan Diputar di Bangladesh dan Jerman

Meski bukan dari sekolah film, keuletan Syaikhu Luthfi telah mengantarkan prestasinya di kancah internasional. Terbukti, karya mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam...

36 Ruas akan Dipasangi Mesin Parkir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penertiban juru parkir (jukir) yang memungut tarif tak sesuai aturan sejauh ini belum maksimal. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyarankan bagi...

Flank Dilawan dengan Flank

BEKASI – Kekalahan menyakitkan di laga perdana babak 8 besar dari Martapura FC perlahan mulai dilupakan penggawa Persis Solo. Mereka kini fokus menatap dua...

Swalayan Menjual Bawang di Atas HET

MAGELANG–Tim gabungan Pemkot Magelang menemukan salah satu toko swalayan di Kota Magelang menjual bawang putih impor dan bawang merah di atas harga eceran tertinggi...