33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Pilih Daging Segar dan Dimasak Lebih Lama

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Santernya kabar penyakit antraks yang tengah terjadi di Jogjakarta sepekan belakangan mulai dikhawatirkan sebagian masyarakat Kota Magelang. Kendati begitu, penyakit menular pada hewan ternak ini tampaknya belum mempengaruhi transaksi penjualan daging sapi di pasar tradisional.

Kekhawatiran tersebut dirasakan Ema Widiastuti, warga Magelang Selatan yang mengaku kini lebih selektif dalam membeli daging sapi. Sebab, sepekan terakhir berhembus kabar soal penyakit antraks yang ditularkan melalui hewan ternak sapi. Bahkan, diduga ada warga Jogjakarta meninggal akibat terserang penyakit yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis itu.

”Sebenarnya tidak begitu paham kondisi daging terinfeksi antraks. Hanya saya memilih daging yang warnanya masih merah segar dan kekenyalannya wajar. Setelah itu waktu memasak olahan daging lebih lama dari biasanya,” jelasnya.

Sambung Ema, pemerintah setempat semestinya memberikan pemahaman cara memilih daging yang baik, layak konsumsi, utamanya ditengah kabar penyakit antraks.

Berbeda dengan Ema, pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun, Nur Rosidah, 46, menanggapi santai kabar penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia tersebut. Bahkan, Rosidah mengaku transaksi penjualan daging setiap harinya dirasakan masih stabil. ”Omzet tidak ada penurunan. Malah meningkat karena banyak untuk keperluan hajatan (pernikahan),” ujarnya.

Meski begitu, ia tidak menampik bila ada beberapa pembeli yang menyinggung penyakit aktraks. Bahkan, ada juga konsumen yang mempertanyakan asal muasal sapi hingga lokasi penyembelihan. Ia mengaku, sapi tersebut didatangkan dari kawasan Kopeng Salatiga dan sudah mengantongi surat keterangan sehat hewan yang dikeluarkan dokter hewan terkait. Pemotongannya pun dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikat.

”Akhir-akhir ini memang harus sabar melayani dan meyakinkan konsumen,” ucap dia.

Hal senada diutarakan Karimah, 40. Isu penyakit antraks itu belum berpengaruh terhadap penjualannya. Menurutnya, saat ini jumlah harga dan pembeli masih stabil di harga Rp 110 ribu per kilogram untuk kualitas super. ”Masih tenang karena di Magelang belum pernah mencuat isu sapi antraks. Mudah-mudahan jangan sampai menular ke sini,” tuturnya.

Meski mengaku tenang, namun ada sedikit keresahan dalam dirinya. Karimah berharap pemerintah setempat segera melakukan tindakan pencegahan. Melalui upaya tersebut, pemerintah diharapkan mampu meyakinkan pembeli untuk tidak takut membeli dan mengonsumsi daging sapi. (cr1/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hari Ini Pemain PSIS Harus Komplet

SEMARANG – Setelah libur panjang Lebaran, hari ini semua pemain PSIS dijadwalkan sudah harus berada di Semarang. Safrudin Tahar dkk akan kembali menjalani latihan...

Lima Hari, Angkut 11.940 Pemudik dan 5.550 Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kapal Perintis yang mengangkut para pemudik dan sepeda motornya mulai berdatangan di Pelabuhan Tanjung Emas. Senin (11/6) kemarin, merupakan gelombang ketiga mudik gratis...

Generasi Modern, Pendidikan Karakter dan Bahasa Indonesia

RADARSEMARANG.COM - TAK dapat dipungkiri bahwasanya kita hidup di era millenial berdampingan dengan generasi millenial. Generasi zaman now sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, sehingga...

Jelang Purnatugas, Naik Pangkat

WONOSOBO - Sebanyak empat personel Polres Wonosobo menerima pengaugerahan kenaikan pangkat 1 tingkat lebih tinggi. Penganugerahan kenaikan pangkat ini merupakan wujud penghargaan Polres Wonosobo...

Tertib Lalin Sejak Dini

MAGELANG – Sekitar 160 polisi cilik berkumpul di Atrium Artos Mall Magelang, Sabtu (4/3). Mereka mengikuti lomba baris-berbaris dan senam lalu lintas polisi cilik...

Studi Tentang Pelaksanaan Keuangan dan Program Infrastruktur Daerah

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Demak melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Cimahi dan Kota Bandung, Jawa Barat. Ini dilakukan untuk studi komparasi terkait pelaksanaan keuangan...