33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Longsor, Air Terjun Semirang Ditutup Seminggu

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

UNGARAN – Objek wisata alam Curug Semirang di wilayah Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, ditutup selama seminggu. Hal tersebut dilakukan setelah jalur menuju lokasi air terjun tertutup material tanah longsor.

“Kami tutup sementara selama seminggu sembari melihat kondisi cuaca,” beber Kepala Desa Gogik Miyanto, Minggu (22/1).

Dikatakan Miyanto, longsor di jalur menuju Semirang terjadi pada Jumat (20/1) sore setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Titik longsor berada di tengah antara pintu masuk dan lokasi air terjun, masuk wilayah administrasi Perhutani. “Meski masuk wilayah Perhutani, kami tetap punya tanggungjawab ikut memantau kondisi dan memelihara kawasan hutan,” katanya.

Karena itu, begitu ada kabar kejadian longsor, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gogik, warga desa dan petugas Perhutani bergotong royong membersihkan material longsor.

“Hari ini (kemarin) diadakan kerja bakti bersama oleh warga dan sudah bisa dilalui. Namun untuk berjaga-jaga, sementara waktu tidak dilintasi dulu oleh wisatawan,” katanya.

Jalan menuju lokasi air terjun Semirang memang dikenal sebagai jalur wisata alam. Lokasi air terjun berada di lereng utara Gunung Ungaran, di tengah kawasan hutan tropis.

Tidak heran jalur yang ada masih alami, berupa jalan setapak dari batu dan tanah, naik turun khas jalur pendakian sebuah gunung. Di beberapa titik, jalur menuju air terjun setinggi 45 meter ini berada di bawah tebing tinggi.

Sehingga potensi terjadi longsor cukup tinggi, seiring tingginya intensitas hujan yang mengguyur. “Penutupan sementara ini juga karena air sungai di bawah, dekat loket masuk, sering meluap jika hujan deras. Kalau sudah meluap tidak bisa dilalui,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, meminta kades dan perangkatnya meningkatkan kewaspadaan seiring masa puncak hujan saat ini. Desa yang memiliki wisata alam maupun kondisi geografis rentan bencana diharapkan untuk lebih memperhatikan perubahan gejala alam, khususnya longsor dan banjir.

“Jika cuacanya memang tidak memungkinkan, desa pengelola wisata alam jangan paksa diri untuk buka, jangan dilalui wisatawan dulu. Karena memang keamanan wisata alam sangat dipengaruhi oleh kondisi alam,” ujarnya. (ewb/aro)

Berita sebelumyaHandry TM Pimpin Dekase
Berita berikutnyaHDCI Jangan Hanya Touring

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berjuang Pantang Menyerah

RADARSEMARANG.COM - KESUKSESAN terasa lebih indah, jika ada proses pembelajaran menjadi lebih baik. Maria Catharina Laras, melalui proses tersebut ia dapat membuktikan kepada siapapun...

Syawalan Gunungan Megono Mengecewakan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Perayaan tradisi Syawalan Gunungan Megono di objek wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Sabtu (23/6) kemarin,  berlangsung ricuh. Pasalnya 19 gunungan Syawalan aneka hasil bumi dari...

Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Merata

SALATIGA - Kota Salatiga menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan semarak. Upacara bendera dilaksanakan di Lapangan Pancasila, Selasa (2/5) dengan Inspektur Upacara Pj Wali...

Puluhan Kilogram Obat Mercon Dimusnahkan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Jajaran Polres Magelang berhasil membekuk dua pelaku pembuat dan peracik petasan. Kedua tersangka yakni Sobrun Jamil, 45, warga Dusun Tumbu Desa...

Laser Batu Ginjal Lamongan

Oleh: Dahlan Iskan ”Pak Dahlan, Lamongan juga punya lho,” ujar dokter Asro Abdah. Ia ahli urologi. Lulusan Unair. Juniornya dokter Boyke Subhali, yang di Samarinda itu....

Semua Elemen Masyarakat Ikut Andil

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Menjadi sebuah pemandangan yang berbeda pada sore hari di lokasi pengecoran jalan di desa Bonomerto kecamatan Suruh kabupaten Semarang. Tampak terlihat...