33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Bersih-bersih, Buka Masa Depan Baik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Seminggu menjelang Imlek, umat dan pengurus di sejumlah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) membersihkan rupang dan tempat ibadah masing-masing. Warga Tionghoa juga membersihkan rumah yang melambangkan menyingkirkan nasib buruk untuk membuat jalan bagi masa depan yang baik.

Kegiatan tersebut di antaranya dilakukan di Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya, Watugong.

Sebelum membersihkan rupang, warga Tionghoa juga melakukan ritual Toa Pek Kong naik yang dipimpin oleh Lo Cu Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, Go Lie Sien. Dilanjutkan dengan membersihkan rupang yang dimulai menurunkan rupang yang berada di samping rupang Buddha dan mengganti baju yang dikenakan oleh patung Buddha.

Go Lie Sien mengatakan jumlah rupang yang ada di Vihara tersebut mencapai 25, yang terdiri atas 4 rupang besar, 16 rupang kecil, dan 5 rupang yang mengelilingi Pagoda. ”Jadi semua rupang itu dibersihkan baik yang besar maupun yang kecil sedangkan untuk yang besar dibersihkan dan diganti bajunya,” katanya.

Ketua Yayasan Buddhagaya Watugong, Halim Wijaya mengatakan kegiatan bersih-bersih vihara ini dilakukan satu minggu sebelum perayaan Imlek 2568. ”Setelah dilakukan ritual mengantar Pek Kong naik ke surga untuk melaporkan amal manusia, maka umat membersihkan rupang yang ada di Vihara,” katanya.

Sementara umat dan pengurus Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok membersihkan arca. Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan menjelang Imlek. (Nurchamim@radarsemarang)
Sementara umat dan pengurus Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok membersihkan arca. Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan menjelang Imlek. (Nurchamim@radarsemarang)

Selain itu bersih-bersih vihara ini sebagai simbol agar umat sebelum merayakan tahun baru Imlek menjaga lidah dan ucapan agar berbicara yang baik. Hal itu dilakukan sebelum dan sesudah perayaan Imlek.

Halim menambahkan dengan adanya perayaan Imlek ini maka sebagai pengurus merasa berterima kasih karena Vihara Buddhagaya Watugong menjadi tempat wisata religius yang ramai dikunjungi, tidak hanya oleh warga sekitar tetapi juga dari luar Kota Semarang.

Acara bersih-bersih rupang juga dilakukan di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, kawasan Pecinan, Minggu (22/1). Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan bangunan kelenteng hingga memandikan rupang (peralatan sembahyang) berupa arca/kongco. (hid/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Disdikbud Abaikan Rekomendasi BPK

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal ngotot akan memperjuangkan guru dan pegawai tidak tetap (GTT dan PTT) untuk tidak perlu mengembalikan dana kegiatan...

Amien Rais Sarankan Menginap di Desa-Desa

SEMARANG-Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Sudirman Said untuk meneruskan kegiatannya berkomunikasi dan menyapa masyarakat seluas-luasnya. "Turun ke masyarakat, menginap di...

Proyek Padat Karya Libatkan Ratusan Warga

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Selama dua hari, Sabtu-Minggu (21-22/4), sebanyak 650 warga dari dua desa, Sambeng dan Kembanglimus di Kecamatan Borobudur dilibatkan dalam proyek padat...

Empat Rumah Ludes Terbakar

DEMAK - Peristiwa kebakaran kembali terjadi. Kali ini menimpa empat rumah warga di Dukuh Jembolo, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, tepatnya dibelakang balai desa setempat....

Dilaporkan Korupsi, Suhudi Seret Nama Pelapor

SEMARANG – Dani Sriyanto, Kuasa hukum mantan Kepala Desa (Kades) Tlogorejo, Demak, Suhudi, menduga ada kepentingan politik dalam pemilihan kepala desa terkait laporan yang dilakukan Pejabat (Pj)...

Jangan Tergiur Biaya Umrah Murah

SEMARANG – Akhir tahun lalu dan awal tahun seperti sekarang ini, kegiatan ibadah umrah mengalami peningkatan. Biro umrah-pun semakin sibuk melayani jamaah. Arbani Umrah Tour...