31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Jelang Imlek, Bersihkan rupang para Dewa

MAGELANG – Sepekan jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2568/2017, puluhan umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, Magelang mencuci kiem sin atau rupang dewa-dewa di kelenteng, Sabtu (21/1). Di samping rupang, benda di dalam kelenteng seperti altar, lampion hingga lantai turut dibersihkan.

Ketua Yayasan Tri Bhakti Magelang, Paul Chandra Wesi Aji menjelaskan, pembersihan tersebut merupakan ritual yang hanya dilakukan setahun sekali. Rupang baru bisa dibersihkan ketika dewa yang menghuni rupang naik ke langit melaporkan kejadian setahun ini.

”Ketika dewa sudah turun kembali, rupang sudah dalam keadaan bersih,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tidak sembarang orang dapat mencuci rupang. Beberapa syarat yang harus dilakoni diantaranya sanggup tidak makan daging sejak makan malam sebelum kegiatan hingga malam berikutnya. Sebelum dicuci, digelar upacara sembahyang khusus memohon agar kegiatan bersih rupang berjalan lancar.

”Kami bersihkan dengan kuas dan tisu. Seluruh bagian rupang dibersihkan terkecuali pada wajah sebagai tanda penghormatan,” bebernya.

Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Magelang Wong Soek Lie, tradisi tersebut sudah berjalan selama 153 tahun atau sejak kelenteng ini berdiri. Kelenteng Liong Hok Bio tahun ini menambah satu kiem sin yakni Cao Kung Ko atau Dewa Dapur. ”Total, ada 13 kiem sin yang ada di kelenteng ini,” tutur dia.

SUCI: Umat TITD Liong Hok Bio tengah membersihkan dan mendandani patung Kongco Hok Tik Cing Sien (Dewa Bumi) jelang perayaan Imlek 2568/2017. (Hanif.adi.prasetyo@radarkedu.com)
SUCI: Umat TITD Liong Hok Bio tengah membersihkan dan mendandani patung Kongco Hok Tik Cing Sien (Dewa Bumi) jelang perayaan Imlek 2568/2017. (Hanif.adi.prasetyo@radarkedu.com)

Perayaan Imlek tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, yakni tidak ada acara menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun dan Cap Go Meh. Namun demikian, masyarakat Kota Magelang tetap akan dihibur dengan pementasan aksi Liong Samsi. Saat Cap Go Meh, beberapa grup kesenian seperti reog, dayakan, soreng, jathilan dan drum band bersama-sama kirab melewati jalan protokol. ”Rutenya sama seperti tahun lalu. Menyusuri Jalan Pemuda – Jl Mataram – Jl Sriwijaya – Jl Tarumanegara- Jl Majapahit – Jl Sigaluh dan kembali ke Kelenteng,” jelas dia.

Membersihkan rupang juga dilakukan umat TITD Cahaya Sakti Kong Liong Bio Temanggung, Sabtu (21/1). Mereka membersihkan patung-patung dewa dengan air bunga dan sabun cair, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur.

Sekretaris TITD Cahaya Sakti Kong Liong Bio Temanggung Lidia Sam Setyagraha membeber, sejumlah rupang dewa yang dibersihkan di antaranya Hok Tik Tjieng Sin (Dewa Bumi), Kwan Seng Tee (Dewa Perang), Thiang Siang Tee (Dewa Pembasmi Semua Ilmu Hitam), Kwam Im Poo Sat (Dewi Belas Kasih), Kwang Kong (Dewa Keadilan) dan Thian Sian Sing Bo (Dewa Penguasa Air). “Seminggu sebelum Tahun Baru Imlek, kami membersihkan altar, rupang, peralatan-peralatan untuk sembahyang lainnya,” ucap Lidia. Jumat (20/1) malam, umat juga menggelar sembahyang Toa Pe Kong naik, yakni sembahyang untuk mengantar Dewa Dapur ke langit membawa catatan kehidupan orang-orang di bumi selama satu tahun terakhir.

Ketua TITD Cahaya Sakti Kong Liong Bio Temanggung Edwin Nugraha menuturkan, pihaknya telah menyusun rangkaian kegiatan perayaan Imlek tahun ini. Untuk kegiatan pekan depan akan digelar sembahyang tutup tahun/menyalakan lilin tahun baru Imlek 2568 pada Jumat (27/1), Pai cia bersama Kong Li Bio pada Minggu (29/1). Agenda selanjutnya, sembahyang Toa Pe Kong turun pada Selasa (31/1), Sembahyang King Thi Kong pada Sabtu (4/2), Sembahyang Kenaikan Kongco Kwan Kong pada Kamis (9/2) dan puncaknya Cap Go Meh pada Sabtu (11/2). “Pada perayaan Imlek tahun ini, mudah-mudahan semua diberikan kemudahan dan kelancaran,” harapnya. (cr1/san/ton)

Latest news

Related news