31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Peternak Sapi Waswas Virus Antraks

UNGARAN-Warga di wilayah sentra tenak sapi di Kabupaten Semarnag waswas terhadap penyebaran virus antraks. Apalagi beberapa waktu lalu, hal tersebut juga sampai menginfeksi warga dari Jogja. Desa Jetak yang terletak di Kecamatan Getasan merupakan sentra ternak sapi perah terbesar di Kabupaten Semarang.

Kepala Desa Jetak, Sutrimo, mengatakan, saat ini perhatian terhadap kesehatan dan mutu kandang sapi menjadi prioritas. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi penularan virus antraks.

“Vaksinasi jelas kita rutin melakukan. Untuk kebersihan kandang, kali ini kita lebih perhatikan,” ujar Sutrimo, Minggu (22/1). Meski Desa Jetak bukan merupakan wilayah endemik antraks, namun hal tersebut tetap menjadi perhatian peternak.

Apalagi 90 persen warga Desa Jetak menggantungan hidupnya dari sektor peternakan sapi perah. Setidaknya saat ini ada 1.300 ekor sapi perah. Jumlah keseluruhan tersebut juga sudah termasuk sapi yang dalam masa penggemukan.

Desa Jetak sendiri memiliki 12 dusun. Di mana masing-masing dusun memiliki kelompok ternak sapi perah. “Kita akan lebih intens lagi untuk memperhatikan kesehatan sapi, agar tidak ada virus antraks yang masuk ke wilayah kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Semarang, Urip Triyogo, juga mengiyakan jika Kabupaten Semarang merupakan wilayah endemik antraks. “Itu setelah temuan tahun 1991. Tetapi saat ini sudah tidak ditemukan,” katanya.

Meski begitu, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap lalulintas hewan ternak. Apalagi usai munculnya virus tersebut di wilayah tetangga (Jogja). (ewb/aro)

Latest news

Related news