31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Djarum Dominasi Liga Bridge Jateng

SEMARANG – Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Jawa Tengah Minggu (22/1) kemarin menggelar putaran pertama Liga Bridge Jateng (LBJT) 2017 di Semarang. Sebanyak 19 tim dari seluruh Jawa Tengah berpartisipasi dalam event ini.

Peserta LBJT ini berasal dari beberapa daerah di Jawa Tengah di antaranya Semarang, Kudus, Blora, Kendal dan Pati. Klub besar seperti Djarum all out mengirimkan tiga timnya yakni DBC Black, Senior dan LA. Event ini juga diikuti oleh rookie atau pendatang baru dalam GABSI, Jurnalis Bridge Jateng.

Selama kurang lebih 8 jam peserta bergantian memainkan kartu dengan kategori beregu, di mana satu set kartu dimainkan pada dua meja yang berbeda. Dibagi menjadi 7 sesi dengan 8 board per sesi, peserta melakoni pertandingan olahraga otak ini.

”LBJT ini mendapat respons lebih dari ekspektasi panitia, jumlah pesertanya naik hampir 50 persen. Diharapkan untuk putaran selanjutnya akan bertambah lagi jumlah peserta,” ujar Sekertaris Umum GABSI Jawa Tengah Tatang Kristadhi kepada Jawa Pos Radar Semarang. ”Nantinya akan kita ambil 4 atau 6 besar untuk mengikuti grand final, semacam kualifikasi untuk diambil yang terbaik. Ini juga merupakan agenda rutin GABSI Jateng,” jelas Tatang yang juga atlet Bridge senior dan mewakili Jateng pada PON kemarin.

Hasil akhir LBJT sore kemarin, tim Djarum Kudus mendominasi, dengan perolehan skor yang pertama oleh DBC Black dengan (Victory Point) VP 117,29 disusul DBC Senior 105,60 dan DBC LA 104,62.

Dalam waktu dekat, menurut Tatang, GABSI Jateng akan mengadakan Kejurprov Junior se-Jawa Tengah dengan pembagian kelompok usia yakni U-26, U-21, U-19 dan U-16.

GABSI Jateng juga akan mengikuti Kejurnas Juli mendatang di Surabaya Jawa Timur. Jawa Tengah merupakan salah satu tim berprestasi di Indonesia, namun pada PON terakhir peringkatnya menurun karena hengkangnya beberapa atlet senior sehingga hanya mendapat 1 perunggu dan berada di peringkat keempat. ”Saya berharap ke depannya bisa mengembalikan reputasi kita, bahwa Jateng pernah menjadi 3 besar di Indonesia bersaing dengan DKI dan Sulut. Itu yang akan kembali kita raih karena selama mengikuti PON kita selalu peringkat 3,” tandasnya. (mg26/smu/ce1)

Latest news

Related news