31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Jembatan Kali Ngebruk Putus

KENDAL- Akibat kerap dilewati dump truk pengangkut galian C, jembatan Kali Ngebruk, Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, putus. Praktis, putusnya jembatan tersebut mangganggu aktivitas warga setempat. Apalagi jembatan itu merupakan jalan alternatif penghubung antara Kaliwungu Selatan dengan Ngaliyan Kota Semarang.

Supari, 40, warga Darupono mengatakan, akibat jembatan putus, menyebabkan para pengendara roda dua harus menyeberangi sungai di samping jembatan.

“Medannya sangat licin dan terjal, itupun harus berdua. Satu orang harus mendorong dari belakang. Karena kondisi sungai sangat curam, motor tidak bisa melewati, kalau tidak didorong,” kata Supari kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (22/1).

Hal senada dikatakan Parsudi, 60, warga lainnya. Ia mengatakan, jembatan putus lantaran tidak kuat menahan dump truk bermuatan pasir dan galian C yang setiap harinya melintas.

Menurut dia, jembatan dengan  panjang 5,5 meter dan lebar 4 meter itu dibangun sudah puluhan tahun lalu, dan belum pernah dilakukan perbaikan.

“Mungkin karena usianya sudah tua, sehingga jembatan tidak kuat menahan beban tinggi,”ujarnya.

Dikatakan, jembatan tersebut diketahui putus sekitar pukul 06.00 kemarin. Saat itu, ada truk bermuatan pasir melintas. Tiba-tiba jembatan putus, dan salah satu bagian amblas ke sungai. Truk bermuatan pasir itu juga ikut terperosok. Beruntung  jembatan amblas tidak lebih dari dua meter. Sehingga truk berhasil dievakuasi menggunakan dua mobil derek.

Praktis, putusnya jembatan di Desa Darupono ini menyebabkan warga dari Kendal dan Semarang tidak bisa melintas. Padahal jembatan itu berada di jalur alternatif Kendal-Semarang. Warga dari Semarang harus memutar arah hingga 15 km melewati Kecamatan Mijen atau jalur utama Semarang-Kendal.  Jika tidak ingin memutar, warga harus lewat samping jembatan dengan kondisi jalan berlumpur dan terjal. Kendaraan roda dua masih bisa melewati samping jembatan, meski harus dibantu warga, karena jalannya berlumpur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, perbaikan jembatan tersebut sudah dianggarkan melalui APBD 2017 bersamaan dengan jembatan Kaliputih di Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo, Kendal. Diharapkan pada Februari sudah dilakukan proses lelang dan Maret pekerjaan fisik bisa dimulai. “Sebagai antisipasi agar tidak mengganggu akses warga, akan dibuatkan jembatan darurat yang bisa dilalui sepeda motor,” tuturnya. (bud/aro)

Latest news

Related news