31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Pedagang Pasar Purwogondo Nyaris Bentrok

SEMARANG – Pedagang Pasar Purwogondo Semarang Utara mengeluhkan adanya banyak pedagang liar alias tidak resmi. Keberadaan pedagang ’siluman’ tersebut menjamur dan berjualan di luar bangunan pasar atau di pinggir jalan pasar.

Dampaknya, selain menyebabkan Pasar Purwogondo menjadi tidak tertib dan semrawut, keberadaan pedagang liar tersebut menyebabkan pembeli tidak masuk ke dalam pasar. Terutama di lantai dua. Sebab, para pembeli dicegat di luar pasar.

Minggu (22/1), puluhan pedagang Pasar Purwogondo yang menempati lantai dua bahkan terlibat cekcok mulut dengan para pedagang liar hingga nyaris terjadi bentrok fisik.

Salah satu pedagang Pasar Purwogondo, Dian, 30, mengatakan pihaknya meminta agar Dinas Pedagangan dan Satpol PP Kota Semarang melakukan tindakan untuk menertibkan para pedagang liar tersebut. ”Dampak keberadaan mereka cukup banyak, di antaranya menyebabkan para pembeli tidak naik ke lantai dua. Sehingga dagangan pedagang di lantai dua kurang laku,” katanya.

Dikatakannya, pedagang yang saat ini berada di lantai dua, dulunya para pedagang di lantai dua tersebut merupakan pedagang pindahan yang direlokasi dari luar pasar. ”Setelah kami pindah, justru muncul pedagang lain yang berjualan di luar,” terang dia.

Senada, pedagang lain, Sriyatun, mengatakan keberadaan pedagang liar tersebut sangat merugikan. Maka dari itu, pemerintah harus menertibkannya. ”Harus ditindak tegas, apalagi mereka membuat kumuh,” katanya.

Kepala Dinas Pedagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengaku, akan segera melakukan tindakan untuk menertibkan para pedagang yang ada di luar pasar. ”Penertiban ini juga supaya pasar lebih bersih dan tidak kumuh. Percuma saja dibangun bagus-bagus tapi masih ada yang jualan di luar,” kata dia.

Dia membenarkan, pedagang Pasar Purwogondo di lantai dua kurang lebih 35 pedagang, merupakan relokasi dari pedagang yang ada di luar. ”Nanti akan kami cek lagi dengan melihat lokasi. Jika memang masih memungkinkan, bisa juga pedagang yang di luar itu akan kami masukkan. Tetapi jika tidak cukup, akan kami carikan tempat relokasi. Jumlahnya kurang lebih 70-an pedagang. Tiga hari ke depan, akan kami bersihkan,” katanya. (amu/smu/ce1)

Latest news

Related news