31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Agus Pojokkan Joko Umboro

Agus Harmunanto (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)
Agus Harmunanto (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)

Joko Umboro Jati (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)
Joko Umboro Jati (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto, diperiksa penyidik Polrestabes Semarang, Minggu (22/1) kemarin. Pemeriksaan pria yang kini menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang ini terkait dugaan kasus pencurian, penggelapan dan korupsi di tubuh Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang kemarin menyebutkan, Agus menjalani pemeriksaan oleh Unit Lidik III Tipikor Polrestabes Semarang selama lima jam, mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00. Pada pemeriksaan kemarin, Agus dicecar 38 pertanyaan oleh penyidik.

Pertanyaannya seputar penyewaan 8 armada BRT yang dioperasikan untuk Koridor III (Pelabuhan Tanjung Emas-Akpol) dan IV (Cangkiran-Bandara Ahmad Yani) pada September dan Oktober 2016 lalu. Padahal bus hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut belum mengantongi izin operasional.

”Delapan unit bus BRT tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang nantinya akan dioperasionalkan untuk rute Tembalang–Gunungpati,” kata seorang penyidik Polrestabes Semarang yang keberatan ditulis namanya.

Saat menjalani pemeriksaan kemarin, Agus mengaku tidak menerima pemberitahuan dari Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang saat itu, Joko Umboro Jati. Menurut dia, penyewaan 8 armada BRT itu tanpa sepengetahuan dirinya. Keterangan Agus ini tentu semakin memojokkan posisi Joko Umboro Jati. ”Itu merupakan kewenangan Kepala BLU Trans Semarang yang diatur dalam Peraturan Wali Kota,” kata Agus seperti ditirukan penyidik.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengakui adanya pemeriksaan terhadap mantan Kadishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto. Namun demikian, Wiyono enggan membeberkan secara detail hasil pemeriksaan tersebut.

”Iya Kadishub tadi di-BAP Tipikor, pas unit Tipikor lagi piket. Ya, intinya masalah BRT. Sebenarnya dipanggil hari Rabu (25/1) mendatang, tapi pas ditelepon mau berkenan hadir hari ini (kemarin), kebetulan. Jadi, supaya cepat tahu duduk permasalahannya,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (22/1).

Ditanya sudah berapa saksi yang telah diperiksa penyidik, Wiyono mengatakan kalau semua saksi yang mengetahui skandal BRT ini semuanya akan diperiksa.  ”Ya, pada intinya kami akan meminta keterangan saksi sebanyak-banyaknya,” jawabnya diplomatis.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menyatakan, mantan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, akan segera dipanggil penyidik Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Umboro diduga mengetahui skandal yang membelit manajemen transportasi masal tersebut. Mulai kasus pencurian 32 ban serep armada bus rapid transit (BRT), penggelapan kaca spion dan lampu BRT, serta dugaan korupsi penyewaan 8 armada BRT senilai Rp 200 juta. Bahkan bisa jadi Umboro akan menjadi tersangka jika polisi mengantongi bukti-bukti kuat.

”Kasus BRT masih berkembang terus. Ya, nanti akan kita lakukan pemanggilan (Joko Umboro Jati). Jangan khawatir, pasti akan kita panggil satu per satu,” tegas Kombes Pol Abiyoso Seno Aji kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/1) lalu.

Namun Abiyoso enggan memberikan keterangan pasti terkait jadwal pemanggilan terhadap Joko Umboro Jati. Meskipun demikian, Abiyoso menegaskan bahwa yang bersangkutan (Joko Umboro Jati) bisa jadi tersangka apabila ada bukti kuat.

”Jadi tersangka, bisa saja. Ketika dilakukan pemeriksaan penyidik di sini ternyata memang semuanya kuat, baik alat bukti, saksi, sekaligus perbuatan-perbuatan yang dilakukan sudah memenuhi unsur pidananya,” tegasnya.

Diakuinya, sampai sejauh ini belum ada saksi baru, selain enam orang yang sebelumnya telah diperiksa. Namun pihaknya akan fokus dalam menangani skandal BRT ini. Sehingga aktor utama kasus ini bisa terungkap. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news