33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Tingkatkan Skill Hadapi Bencana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – DPRD Jateng meminta agar pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota sigap dan tanggap bencana. Mengingat Jateng merupakan daerah yang rawan bencana, baik longsor maupun banjir ketika musim hujan. Selain itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/ kota harus terus meningkatkan skill relawan dan satuan tugas (Satgas) BPBD saat menghadapi bencana.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi mengatakan, dengan peningkatan skill tersebut, maka sangat membantu dalam penanganan korban bencana. Selain itu, sesuai UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, semua harus sesuai dengan standard operational procedure (SOP), pendanaan, dan kegiatan lainnya. “Skill dari personal di setiap kabupaten/kota harus dipersiapkan. Tidak hanya satgas BPBD tetapi juga relawannya,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa daerah di Jateng rawan terjadi bencana baik banjir maupun longgor. Tetapi dari kunjungan yang dilakukan ternyata fasilitas dan personel BPBD di daerah masih kurang. Ia mencontohkan, BPBD Kabupaten Sragen ternyata hanya memiliki personel 10 orang PNS dan 25 orang Satgas. “Jumlah itu jelas dirasa masih kurang dan perlu penambahan personel mengingat pekerjaannya berat, mulai dari mitigasi bencana, penanganan, hingga tindakan pasca bencana,” ujarnya.

Masalah bencana masih menjadi keluhan dari masyarakat Jateng. Bencana alam yang terjadi sampai akhir tahun 2016 disebabkan adanya anomali iklim. Mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung  dan lain-lain. Untuk mengatasinya diperlukanadanya kewaspadaan, penanganan secara sigap dan juga pengalokasian  dana yang cukup dari pemerintah untuk menimalisir resiko bencana alam tersebut. “Musim hujan harus diwaspadai agar tidak terjadi banjir dan longsor,” tambah Anggota Komisi A DPRD Jateng, Annisa Devi.

Masyarakat meminta agar pemprov maupun pemeirntah kabupaten/kota bisa melakukan perencanaan tata kota dengan baik. Sungai, anak sungai dan gorong-gorong harus dinormalisasikan supaya debit air hujan tidak meluap dan memicu terjadinya banjir. “Harus ada upaya antisipasi dan perencanaan jangka panjang. Agar musibah tahunan ini tidak selalu menghantui masyarakat Jateng,” tambahnya. (fth/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harga Kopi Naik, Panen Malah Jeblok

TEMANGGUNG- Harga kopi biji kering jenis robusta di Kabupaten Temanggung akhir panen tahun ini bergerak naik. Tapi harga yang baik ini tidak bisa dinikmati...

Uang yang Ditilap Capai Rp 4,6 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Jumlah korban penipuan dan penggelapan pembelian perumahan yang dilakukan oleh pengembang PT Kayla Asri Sejahtera di kawasan Kecamatan Mijen lebih dari 100 orang....

Penanganan Banjir Wajib Dipercepat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penanganan banjir dan rob masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah banjir dan rob yang melanda kawasan Semarang bagian timur...

Pengedar Jaringan Semarang Barat Dibekuk

SEMARANG - Dua orang yang diduga jaringan peredaran narkoba di wilayah Semarang Barat diringkus. Tersangka bernama Aprianingsih, 37, dan Sofan Agus Budi Santoso. Keduanya...

32 Tim Bersaing dalam NUDC

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 32 tim dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), di bawah wilayah Kopertis VI Jawa Tengah mengambil bagian...

Adopsi Mobil Sport, Raih Best Aesthetic Design

Tujuh mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang tergabung dalam Tim MRT atau Molex Renewable Team berhasil menciptakan mobil listrik hemat energi.  Mobil yang...