33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Ritual Sangsing Berlangsung Khidmat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG-Jelang tahun baru Imlek 28 Januari mendatang, Kelenteng Tay Kak Sie disibukkan dengan beragam rangkaian acara. Sabtu sore (21/1) kemarin, digelar acara Sembahyang Sangsin yang diikuti oleh jemaat klenteng dengan khidmat dan lancar.

“Ini upacara untuk mengantarkan dewa dapur Chao Kun Kong menuju ke surgaloka. Sembahyang ini dilakukan 7 hari sebelum hari H (Imlek),” Kata Tan Hin Tiong atau Agus Pratana, Pandita Sembahyang di Tay Kak Sie pada Jawa Pos Radar Semarang.

Sembahyang tersebut diawali dengan pembacaan mantra/paritta oleh pandita, kemudian mengelilingi kelenteng untuk memercikkan air kepada para dewa dan diakhiri dengan pembakaran teng ci sebagai penanda dewa dapur telah naik ke langit (sang sin).

“Setelah ini, ya bersih-bersih klenteng. Besok acaranya membersihkan Dewa-Dewi. Lha nanti pada tanggal 27 malam menjelang tahun baru ada sembahyang menyongsong tahun baru Imlek, kira-kira mulai pukul 23.00,” jelasnya.

Ditambahkan pula oleh pengurus sekretariat kelenteng, Hariyanto bahwa dalam mitologi dan budaya orang Tionghoa, setiap menjelang tahun baru dewa dapur, Chao Kun Kong naik ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melaporkan kejadian di dunia dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

“Karena di setiap rumah itu kan ada dapurnya. Jadinya, tahu persis kelakuannya yang punya rumah. Punya dosa atau pahala, semua dicatat. Kemudian dilaporkan ke Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah itu, nanti akan ada ritual lagi, ketika beliaunya turun,” tuturnya.

Dijelaskan juga bahwa sehari selepas Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya berkumpul dengan keluarga untuk saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai. Baru keesokan harinya, pada 29 Januari melakukan Sembahyang Pembukaan Tahun.

“Hari ini kan dewa dapurnya naik, nanti akan ada juga ritual pada saat turun dari langit yaitu pada tanggal 31 Januari. Nah nanti ada Sembahyang Cap Go Meh bulan Februari mendatang, dilanjutkan dengan Sembahyang Ci Swa dan Po Un yaitu ritual tolak bala,” ujar Hariyanto.

Sementara itu, ritual tolak bala akan dilaksanakan 12 Februari mendatang, di Klenteng Tay Kak Sie yang merupakan kelenteng tua yang didirikan tahun 1746 di Jalan Gang Lombok No 62 Pecinan Semarang. “Ayam api itu kan bisa dimaknai ayam pandai mencari rejeki. Ayam suka mengais-ngais dimanapun tempatnya, bisa dapat makan. Itulah yang kita tiru semangatnya. Nah api itu kan panas, jadi kita sebagai manusia harus pandai menjaga dan mengendalikan diri, ya mengontrol nafsu,” tutupnya. (mg26/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penderita Diabet Harus Kurangi Dosis Obat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tidak lama lagi, umat muslim akan segera menjalani ibadah puasa. Tentunya, sejumlah persiapan pun dilakukan, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau...

Manfaatkan Dana Desa untuk Infrastruktur

UNGARAN – Infrastruktur saat ini merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat desa di Kabupaten Semarang. Tak terkecuali Desa Pagersari Kecamatan Bergas. Kades Pagersari, Rusdiyono mengungkapkan...

Ribuan Pekerja Belum Terlindungi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Guna memperluas cakupan tenaga kerja yang belum terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran terus melakukan sosialisasi untuk pelindungan tenaga kerja. Tidak terkecuali kepada tenaga...

Dibully dan Membully

RASA kita terkoyak oleh pemberitaan di media massa tentang tewasnya siswa SD di Sukabumi yang masih berusia 8 tahun akibat kekerasan fisik yang dilakukan...

PDAM Sabet Sertifikat Perpamsi Award 2017

SALATIGA –Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga mendapatkan penghargaan dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). BUMD milik Pemkot Salatiga ini berhasil...

Semarang Potensial Fashion Bumil dan Bayi

SEMARANG – Pasar kelas premium khusus untuk kebutuhan ibu hamil, bayi dan anak coba disasar oleh Mothercare. Tahun lalu perusahaan asal Eropa ini masuk...