33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Pemkot Siap Lakukan Penyempurnaan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Persoalan luasan lapak sudah menjadi masalah klasik setiap Pemkot Semarang merevitalisasi  pasar tradisional. Pedagang pun enggan menempati bangunan baru pasar yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, dengan alasan lapak terlalu sempit.

Seperti sejumlah pedagang Pasar Pedurungan. Kondisi pasar dua lantai tersebut kini sudah terlihat bersih dan rapi. Kondisi tersebut berbeda dengan tiga tahun lalu, dimana kumuh dan lantai becek. “Lapaknya menurut saya terlalu sempit, mosok 1×1 meter. Buat dagang sayur tidak cukup,” kata Suparti, pedagang Pasar Pedurungan. Meski begitu dia mengakui kondisi pasar saat ini jauh lebih baik dari beberapa tahun silam. “Memang sekarang lebih bagus dan bersih, tapi kami berharap lapaknya dilebarkan lagi,” harapnya.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Perdagangan mengakui luasan lapak memang sudah menjadi permasalahan klasik ketika pemkot melakukan revitalisasi pasar. Hanya saja, pihaknya bekerja sesuai dengan aturan detail engineering design (DED) pasar yang sudah dibuat dan disepakati. “Ada komplain bagi kami biasa. Mereka menghendaki lapak lebar, tapi kita bekerja sudah sesuai DED yang ada. Kalau memang ada kekurangan, seperti jalan licin, kita akan perbaiki. Kita sudah hubungi kontraktor untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Ke depan Fajar berjanji akan melibatkan pedagang dalam pembuatan DED pasar. “Nanti dalam pembuatan DED akan kita libatkan pedagang, kita tampung aspirasi mereka dan coba kita realisasikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, berharap pedagang bisa menempati bangunan baru yang sudah direvitalisasi. Jika memang ada yang kurang, pemkot akan melakukan penyempurnaan. “Tiga tahun lalu saat kita cek lokasi, kondisi (Pasar Pedurungan) kumuh, becek, sekarang kondisinya 180 derajat. Kalau ada yang kurang itu bisa kita sempurnakan,” tegas wali kota.

“Yang namanya pedagang, ratusan bahkan ribuan, punya sikap yang berbeda-beda itu wajar. Tapi kami tegaskan, yang penting mereka bisa kembali berjualan di Pasar Pedurungan, tidak ada pungutan liar dari oknum PNS dan mereka kembali mendapat rezeki, itu sudah menjadi standart pelayanan Pemkot Semarang,” imbuhnya.

Hendi, sapaan akrabnya, menambahkan, butuh penyadaran dari semua, baik dari pemkot, kontraktor maupun pedang itu sendiri. “Dari pemkot harus clear tidak ada pungli, dari kontraktor kualitas pekerjaan bagus, dari dinas penempatannya harus adil,” ujarnya.

“Dari pedagang juga harus clear, artinya mereka harus menyadari, yang namanya fasilitas, kalau kurang sedikit dimaklumi, kalau perlu disempurnakan pedagang, lha wong mereka jualannya di situ. Jangan kurang sedikit terus dipaido. Semua perlu penyadaran supaya konsep membuat pasar sebagai tempat jual beli nyaman bisa segera terealisasi,” tandasnya. (zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Truk Gandeng Terguling dan Timpa Sedan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Laka lantas yang melibatkan dua kendaraan berat dan satu mobil sedan terjadi di Jalan Arteri Lingkar Weleri di Desa Mororejo. Kecelakaan...

7 Anggota Polres Terima Penghargaan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 7 anggota Kepolisian dari Polres Demak, kemarin memperoleh penghargaan.  Mereka dinilai berprestasi dalam kinerjanya. Mereka adalah Iptu Eko Suwignyo berprestasi dalam...

Lebih Dekat dengan Semarang Barista Society

Para pencinta kopi Kota Semarang tergabung dalam Semarang Barista Society (SBS). Komunitas ini, selain menjadi wadah meningkatkan skill para barista, juga memiliki misi mengedukasi...

Rumah Mewah Tambakrejo Terbakar

KENDAL—Diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah mewah milik pasangan suami istri Masrokhim dan Siti Nuriyah di Desa Tambakrejo, Patebon, terbakar. Tidak ada korban jiwa,...

Rumah Dandim Dibobol Maling

SALATIGA – Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di kota Salatiga. Tidak tanggung – tanggung, kali ini sasarannya adalah kediaman Letkol Inf Hendy Yustian...

Wisatawan Amerika

RADARSEMARANG.COM - Sebanyak 300 wisatawan asing asal Amerika Serikat berkunjung ke Klenteng Sam Pho Kong, Kota Semarang, Sabtu (17/2) kemarin. Mereka merupakan rombongan penumpang...