31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Bermanfaat dan Berkontribusi Bagi Orang Lain

Menjadi seorang manusia, bagi Yohanes Kurniawan harus memiliki manfaat bagi diri sendiri, orang lain bahkan lingkungan sekitar. Selain itu menurut pria yang menjabat Kepala Wilayah Astra Motor Jawa Tengah ini, menjadi seorang manusia harus punya kontribusi yang baik dan berguna bagi orang lain.

“Menurut saya hidup harus punya peran di tengah masyarakat. Baik di lingkup pekerjaan ataupun yang lainnya,” kata Kurniawan. Pria yang lahir di Klaten, 31 Mei 1976 ini mengaku memiliki tantangan untuk berguna dan bisa memiliki kontribusi bagi orang lain. Salah satunya dengan terjun di dunia otomotif seperti yang ia lakoni mulai tahun 2000 an.

“Pasar otomotif memang sangat terbuka lebar. Namun kita juga harus punya konsep sendiri dan berbeda. Pemikiran saya adalah bagaimana caranya produk yang kita punya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Pak Kur dilingkungan Astra Motor Jawa Tengah ini menjelaskan, jika kendaraan roda dua saat ini bukan hanya sebagai alat transportasi. Posisinya kini bertambah serta berkembang sebagai penggerak ekonomi terutama di wilayah Jawa Tengah.

“Cita-cita saya dari kendaraan yang dijual (Honda,red) bisa berperan mengangkat taraf hidup masyarakat. Beli motor untuk transportasi saat bekerja, secara tidak langsung tentu akan turut serta membangun ekonomi sosial masyarakat,” jelasnya.

Penyesuaian dengan zaman, terutama di bidang teknologi pun harus diperhatikan. Terlebih saat ini kendaraan roda dua menjadi salah satu gaya hidup masyarakat di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. “Pasar otomotif cukup unik dan selalu mengalami pergerakan. Bahkan saat ini motor pun menjadi tren. Harus ada inovasi sesuai dengan keinginan pasar. Kejelian membaca pasar tentu dibutuhkan,” bebernya.

Ia mengaku, persaingan pasar bukanlah yang utama. Sebagai orang nomor wahid di Astra Motor Jawa Tengah, Kurniawan mengaku lebih susah atau lebih tertantang membawa Astra Motor bisa berkontribusi positif bagi masyarakat.

” Seluruh jaringan Astra Motor harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan dan lainnya. Salah satu inovasinya adalah pemberian asuransi gratis bagi pembeli motor Honda di wilayah Jateng, asuransi ini melekat bukan hanya melindungi konsumen, tapi juga anggota keluarga,” katanya.

Karena telah menjadi bagian dari masyarakat, Kurniawan pun mengagas beberapa program yang dibagi menjadi empat pilar. Yakni pendidikan, ekonomi, kesehan dan sosial budaya. Dirinya tidak menampik, saat ini angka kecelakaan masih cukup tinggi terutama yang melibatkan kendaraan roda dua. Untuk itu, dirinya getol memberikan materi safety riding di beberapa daerah. “Kita berharap produk yang dijual bisa menjadi sendi kehidupan, namun harus diimbangi dengan kegiatan sosial yang bermanfaat. Salah satunya dengan menegakkan pilar-pilar yang ada,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kegiatan sosial di bidang ekonomi dan UMKM, Astra Motor Jateng memberikan pelatihan dan membentuk sektor UMKM agar bisa berkembang. Saat ini pihaknya sedang mencoba mengembangkan budidaya tanaman hidroponik yang nantinya juga akan diajarkan ke masyarakat. Untuk bidang kesehatan, rutin diadakan donor darah dan kegiatan di posyandu. Sementara di bidang sosial budaya dan keagamaan selalu ikut serta memeriahkan kegiatan keagaman. “Contohnya adalah memberikan hewan kurban, dengan ketulusan dan niat baik, mindset masyarakat bisa mengkerucut dan menganggap jika Honda Motore Wong Jawa Tengah sesuai tagline yang kami usung,” tukasnya.

Bapak dua anak lulusan ITB jurusan Geofisika dan Universitas Pajajaran jurusan Manajemen Keuangan ini, tentu memiliki segudang pengalaman di dunia  otomotif. Terlebih ia pernah ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai Kepala Wilayah Astra Motor. Jabatan yang sudah ia emban selama beberapa tahun terakhir.

Namun Kurniawan enggan jumawa. Ia tetap rendah hati lantaran karir yang ia capai saat ini didapatkan melalui perjuangan. “Dulu saya mengawali karir sebagai area marketing analyst supervisor pada tahun 2000 an, sempat juga kerja di Batam. Memang perlu perjuangan yang keras untuk mencapai sebuah kesuksesan,” jelasnya. (adennyar wycaksono/ric)

Latest news

Related news