31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Tingkatkan Skill Hadapi Bencana

SEMARANG – DPRD Jateng meminta agar pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota sigap dan tanggap bencana. Mengingat Jateng merupakan daerah yang rawan bencana, baik longsor maupun banjir ketika musim hujan. Selain itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/ kota harus terus meningkatkan skill relawan dan satuan tugas (Satgas) BPBD saat menghadapi bencana.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi mengatakan, dengan peningkatan skill tersebut, maka sangat membantu dalam penanganan korban bencana. Selain itu, sesuai UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, semua harus sesuai dengan standard operational procedure (SOP), pendanaan, dan kegiatan lainnya. “Skill dari personal di setiap kabupaten/kota harus dipersiapkan. Tidak hanya satgas BPBD tetapi juga relawannya,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa daerah di Jateng rawan terjadi bencana baik banjir maupun longgor. Tetapi dari kunjungan yang dilakukan ternyata fasilitas dan personel BPBD di daerah masih kurang. Ia mencontohkan, BPBD Kabupaten Sragen ternyata hanya memiliki personel 10 orang PNS dan 25 orang Satgas. “Jumlah itu jelas dirasa masih kurang dan perlu penambahan personel mengingat pekerjaannya berat, mulai dari mitigasi bencana, penanganan, hingga tindakan pasca bencana,” ujarnya.

Masalah bencana masih menjadi keluhan dari masyarakat Jateng. Bencana alam yang terjadi sampai akhir tahun 2016 disebabkan adanya anomali iklim. Mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung  dan lain-lain. Untuk mengatasinya diperlukanadanya kewaspadaan, penanganan secara sigap dan juga pengalokasian  dana yang cukup dari pemerintah untuk menimalisir resiko bencana alam tersebut. “Musim hujan harus diwaspadai agar tidak terjadi banjir dan longsor,” tambah Anggota Komisi A DPRD Jateng, Annisa Devi.

Masyarakat meminta agar pemprov maupun pemeirntah kabupaten/kota bisa melakukan perencanaan tata kota dengan baik. Sungai, anak sungai dan gorong-gorong harus dinormalisasikan supaya debit air hujan tidak meluap dan memicu terjadinya banjir. “Harus ada upaya antisipasi dan perencanaan jangka panjang. Agar musibah tahunan ini tidak selalu menghantui masyarakat Jateng,” tambahnya. (fth/zal)

Latest news

Related news