31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Pemkot Siap Lakukan Penyempurnaan

SEMARANG- Persoalan luasan lapak sudah menjadi masalah klasik setiap Pemkot Semarang merevitalisasi  pasar tradisional. Pedagang pun enggan menempati bangunan baru pasar yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, dengan alasan lapak terlalu sempit.

Seperti sejumlah pedagang Pasar Pedurungan. Kondisi pasar dua lantai tersebut kini sudah terlihat bersih dan rapi. Kondisi tersebut berbeda dengan tiga tahun lalu, dimana kumuh dan lantai becek. “Lapaknya menurut saya terlalu sempit, mosok 1×1 meter. Buat dagang sayur tidak cukup,” kata Suparti, pedagang Pasar Pedurungan. Meski begitu dia mengakui kondisi pasar saat ini jauh lebih baik dari beberapa tahun silam. “Memang sekarang lebih bagus dan bersih, tapi kami berharap lapaknya dilebarkan lagi,” harapnya.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Perdagangan mengakui luasan lapak memang sudah menjadi permasalahan klasik ketika pemkot melakukan revitalisasi pasar. Hanya saja, pihaknya bekerja sesuai dengan aturan detail engineering design (DED) pasar yang sudah dibuat dan disepakati. “Ada komplain bagi kami biasa. Mereka menghendaki lapak lebar, tapi kita bekerja sudah sesuai DED yang ada. Kalau memang ada kekurangan, seperti jalan licin, kita akan perbaiki. Kita sudah hubungi kontraktor untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Ke depan Fajar berjanji akan melibatkan pedagang dalam pembuatan DED pasar. “Nanti dalam pembuatan DED akan kita libatkan pedagang, kita tampung aspirasi mereka dan coba kita realisasikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, berharap pedagang bisa menempati bangunan baru yang sudah direvitalisasi. Jika memang ada yang kurang, pemkot akan melakukan penyempurnaan. “Tiga tahun lalu saat kita cek lokasi, kondisi (Pasar Pedurungan) kumuh, becek, sekarang kondisinya 180 derajat. Kalau ada yang kurang itu bisa kita sempurnakan,” tegas wali kota.

“Yang namanya pedagang, ratusan bahkan ribuan, punya sikap yang berbeda-beda itu wajar. Tapi kami tegaskan, yang penting mereka bisa kembali berjualan di Pasar Pedurungan, tidak ada pungutan liar dari oknum PNS dan mereka kembali mendapat rezeki, itu sudah menjadi standart pelayanan Pemkot Semarang,” imbuhnya.

Hendi, sapaan akrabnya, menambahkan, butuh penyadaran dari semua, baik dari pemkot, kontraktor maupun pedang itu sendiri. “Dari pemkot harus clear tidak ada pungli, dari kontraktor kualitas pekerjaan bagus, dari dinas penempatannya harus adil,” ujarnya.

“Dari pedagang juga harus clear, artinya mereka harus menyadari, yang namanya fasilitas, kalau kurang sedikit dimaklumi, kalau perlu disempurnakan pedagang, lha wong mereka jualannya di situ. Jangan kurang sedikit terus dipaido. Semua perlu penyadaran supaya konsep membuat pasar sebagai tempat jual beli nyaman bisa segera terealisasi,” tandasnya. (zal)

Latest news

Related news