31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Ajak Generasi Muda Cintai Tari

KEMAHIRAN menari tradisional, telah mengantarkan Mellytia Ayukristi Endriani, berkeliling ke luar negeri. Di antaranya, ke Jepang, Singapura, Malaysia, Portugal, Macau, termasuk Srilanka. Tentunya pengalaman tersebut sangat membanggakan gadis kelahiran Semarang 16 September 1993 silam ini.

“Kalau di dalam negeri, terbilang sudah berkeliling ke berbagai daerah juga. Di antaranya Jakarta, Bali, Batam, Pontianak dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan DIJ,” ungkap gadis yang akrab disapa Melly ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (21/1) kemarin.

Gadis yang tinggal di Jalan Karonsih Selatan Kecamatan Ngaliyan ini mengaku, sjak kecil sudah memiliki hobi menari. Begitu tumbuh dewasa, menari menjadi bagian hidup. Bisa dibilang, hampir setiap hari selalu ada waktu untuk menari. Sedangkan tarian yang paling disukainya adalah tradisonal Jawa. Tarian yang rancak dan memiliki tempo cepat.

“Sejak kecil tiap dengar musik, kata ibu aku suka menari-nari sendiri. Akhirnya ibuku mencarikan sanggar tari untuk bisa mengembangkan bakat menariku yang awalnya dari menari-nari nggak jelas gitu,” candanya.

Menurut Melly, menari itu aktivitas yang indah. Seni tari menggabungkan semua metode belajar baik secara visual, audio, kinestetik yang bisa menekan keegoan. Satu hal yang penting dari gerakan menari, harus bisa memberikan rasa dan pesan melalui tarian yang dibawakan tersebut.

“Jadi kalau teman-teman ada yang suka tari, apalagi tari tradisional, justru harus bangga. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan tari, lantas siapa lagi? Para orang tua mungkin bisa mulai mengarahkan anak-anaknya untuk belajar tari tradisional, misalnya dengan memasukkannya ke sanggar tari,” katanya.

Gadis yang mengambil pendidikan akademik S2 Promosi Kesehatan di Universitas Diponegoro (Undip) ini juga menekuni bisnisnya merias wajah yang telah dikomersialkan sejak tahun 2015 lalu. Bisnis make up dan hobi menari itu, dia harapkan bisa menjadi pintu untuk membuka lembaga pemberdayaan yang bertujuan menolong orang-orang berisiko dari sisi kesehatan.

“Termasuk untuk menemukan potensi dan mengembangkan kreasi anak muda. Jadi mereka ini yang tidak berdaya, bisa menjadi berdaya. Cuma ya ini mimpi jauh ke depan. Dan masih pelan-pelan menuju kesananya. Semoga bisa terealisasi dan banyak yang mendukung,” harapnya. (mha/ida)

Latest news

Related news