31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Perlu Modifikasi, Sesuai Lidah Zaman Sekarang

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kota Semarang menyadari bahwa Roti Ganjel Rel merupakan makanan khas Kota Semarang yang harus dipertahankan. Karena itulah, pihaknya selalu memperkenalkan roti bantat yang manis karena ada campuran gula aren ini, kepada seluruh masyarakat Indonesia.

”Kami kerap membawanya ke setiap pameran. Bahkan tidak hanya pameran di Jawa saja. Tujuannya agar masyarakat mengenal roti ini. Sehingga roti yang dulunya dikonsumsi nonik-nonik sambil minum teh ini, tidak hilang dimakan zaman,” kata Kabid Pemasaran Dinas Kebudyaan dan Pariwisata kota Semarang, Niken Wijayanti.

Selain itu, dikatakan Niken, setiap ada kunjungan ke Semarang, roti ini selalu hadir dalam sajian. Dengan begitu, tamu yang datang bisa mengenal roti yang pernah mewarnai sejarah Kota Semarang ini.

Meski demikian, roti ganjel rel tidak dihadirkan sebagaimana adanya. Roti yang dikenalkan kepada masyarakat ini, telah dimodifikasi menyesuaikan perkembangan zaman. Roti yang menjadi bagian saat ada tradisi dugderan ini dibuat dengan menambahkan beberapa varian. ”Roti ini kan memang top di zaman dulu. Kalau sekarang pangsa pasarnya sudah lain, sehingga perlu dimodifikasi untuk menyesuaikan lidah orang sekarang,” imbuhnya.

Modifikasi yang dilakukan, dikatakan Niken, tidak menghilangkan unsur aslinya. Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat roti ganjel rel masih tetap sama. Hanya saja, roti dibuat dengan menambahkan beberapa tambahan, seperti keju dan toping lainnya.

Ke depan, dikatakan Niken, Dinbudpar Kota Semarang menginginkan agar di Semarang ada festival kuliner daerah, yang di dalamnya terdapat Roti Ganjel Rel dan makanan khas lainnya untuk dipromosikan. “Suatu saat, ingin bisa mengadakan festival sendiri di Semarang. Selain mengenalkan makanan khas Semarang dan juga daerah lain, juga membuka pasar baru. Imbasnya kan orang orang akan datang ke Semarang,” kata dia. (sga/ida)

Latest news

Related news