33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Konsisten Sediakan Barang Dagangan Asli

Toko-Toko Legendaris yang Tetap Eksis di Kota Semarang (2-Bersambung)

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Kendati muncul beragam toko baru yang lebih modern, namun eksistensi toko alat tulis Nam Bie tak perlu diragukan. Terbilang sebagai toko legendaris di Kota Semarang, Nam Bie mampu bertahan dan dipercaya pelanggan hingga puluhan tahun. Apa rahasianya?

SIGIT ANDRIANTO

TOKO Nam Nie yang bergerak di bidang jual beli alat-alat tulis ini, bertempat di bangunan kuno peninggalan Belanda. Setiap harinya, tidak sedikit pembeli dan supplier yang datang ke toko legendaris di Kota Semarang ini. Meskipun banyak toko alat tulis baru bermunculan, Nam Bie yang berdiri sejak 1983 ini, tetap menjadi pilihan mereka yang sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan toko yang berlokasi di Jalan Pemuda ini.

Tidak mungkin orang datang ke suatu tempat tanpa ada yang spesial. Begitu pula di Nam Bie, ada hal spesial yang membuat pelanggan toko ini setia hingga kini. Ditemui di tokonya, Agus Wahyudi, pemilik Nam Bie mengatakan bahwa eksistensi Nam Bie hingga saat ini tidak lepas dari upayanya untuk selalu menyediakan barang asli.

Ia menceritakan, sebelum krisis moneter, barang hanya dapat dibedakan menjadi dua, asli dan palsu. Kini, banyak barang dengan kualitas KW bermunculan di pasaran. Namun, hanya barang aslilah yang dijual di toko Nam Bie. ”Sekarang banyak bermunculan barang-barang KW. Namun kami selalu menyediakan barang asli. Kami sudah lama bergelut di bidang ini, sehingga kami cukup tahu mana yang asli dan palsu,” pria ramah ini menerangkan.

Hingga sekarang, Agus selalu menjaga kepercayaan pelanggan. Agus selalu membawa Nam Bie menyesuaikan perkembangan dan perubahan zaman. Hal inilah yang tampaknya mampu mengantarkan Nam Bie tetap jaya, meskipun dalam perjalanannya juga terjadi banyak lika-liku.

TETAP EKSIS: Toko alat tulis Nam Bie tetap eksis di antara bangunan-bangunan baru menjulang tinggi di Semarang. (Sigit.andrianto@radarsemarang.com)
TETAP EKSIS: Toko alat tulis Nam Bie tetap eksis di antara bangunan-bangunan baru menjulang tinggi di Semarang. (Sigit.andrianto@radarsemarang.com)

Nam Bie, diceritakan Agus, bukan didirikan keluarganya. Namun keluarganya semula membeli pada zaman Belanda pada 1938. Saat itu masih berupa firma. Hal ini ia ketahui dengan adanya surat jual beli berbahasa Belanda yang ditulis tangan dan masih ia simpan hingga kini.

”Hingga saat ini masih ada akta jual beli bahasa Belanda. Sayangnya surat itu ada di brankas dan kuncinya patah di dalam. Nanti saya akan cari tukang kunci untuk membukanya,” kata Agus yang merupakan generasi kedua ini.

Tidak hanya pelanggan yang setia dengan toko alat tulis ini. Bahkan pekerja di Nam Bie banyak yang bekerja di toko ini mulai 80-an. Dan hingga kini masih bertahan. Mereka cocok bekerja dengan keluarga Agus yang begitu memberikan perhatian kepada mereka.

”Saya tipenya tidak membandingkan antara satu dengan lainnya. Jadi ketika mereka sudah pada batasnya, ya sudah. Saya tidak akan menekan. Nyatanya, mereka sudah hampir puluhan tahun kerja di Nam Bie,” kata Agus sembari tersenyum.

Namun, eksistensi Nam Bie sedikit terkendala dengan tidak adanya lahan parkir. Lokasi toko Nam Bie yang berada di ujung, dekat persimpangan, membuat pelanggan kesulitan memarkirkan kendaraannya.

Untuk membuat lahan parkir dengan menggunakan sebagian bangunan Nam Bie, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, bangunan yang digunakan untuk toko ini kategori bangunan cagar budaya, sehingga tidak dapat sembarangan dilakukan renovasi. ”Untuk merenovasinya juga tidak mudah lho..,” ujar Agus.

Selain itu, Agus juga merasa agak kerepotan untuk melakukan perawatan bangunan yang terhitung tinggi ini. Terlebih perawatan harus sesuai dengan aturan yang ada. Sementara itu, tembok toko yang mulai lembab membuatnya cepat ditumbuhi jamur. (*/ida/ce1)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Liga FOPSSI Jateng U-11 Segera Digelar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Liga Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) Jateng U-11 mulai digelar 13 Mei-1 Juli 2018. Diharapakan melalui usia dini tersebut, akan...

Nasdem Luncurkan 29 Truk Kampanye

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 29 truk kampanye Partai Nasdem disebar ke seluruh penjuru Jateng. Boks yang berada di badan truk bisa dibuka dan menjadi...

Cek PK, Periksa Ruang Karaoke

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (26/5) malam lalu mendadak mendatangi seluruh tempat karaoke yang ada di Kota Magelang. Petugas...

Koperasi di Kendal Mulai Tumbuh

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pertumbuhan koperasi di Kendal tumbuh cukup signifikan. Saat ini tercatat ada 690 koperasi. Dari jumlah tersebut 550 merupakan koperasi aktif. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi,...

Jukir dan Pak Ogah Juga Sasaran Operasi

MAGELANG—Sebanyak 2.484 pelanggar ditilang pihak Polres Magelang Kota selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2017 yang digelar sejak 9-22 Mei. Angka ini melonjak drastis, dibandingkan...

PNS Diimbau Tak Gunakan Gas Melon

TEMANGGUNG—Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) atau terkenal dengan sebutan gas melon, diperuntukan bagi warga miskin. Karena itu, warga berkecukupan seperti Pegawai Negeri...