31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

SMP N 3 Banyubiru Akan Direlokasi

UNGARAN – Berada di daerah rawan dan terdampak longsor, SMP N 3 Banyubiru, akan direlokasi. Belum lama ini bangunan sekolah tersebut dihantam material longsor berupa bebatuan berdiameter lebih dari satu meter.

Bupati Pemkab Semarang, Mundjirin mengatakan, lokasi sekolah yang berada di Dusun Kendal Ngisor, Desa Wirogomo, memang berdekatan dengan tebing terjal setinggi lebih dari 200 meter. Sehingga sangat rawan terkena longsoran.“Relokasi sebenarnya sudah pernah dicanangkan, namun karena pihak warga desa setempat tidak setuju jika direlokasi keluar dari desa maka tidak dilakukan,” ujar Mundjirin, Jumat (20/1).

Sementara waktu, proses belajar mengajar SMP N 3 Banyubiru juga akan dipindah ke SD N 2 Wirogomo. Teknis Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), lanjut Mundjirin, menggunakan sistem bergantian. Saat pagi untuk KBM SD, siangnya, baru untuk KBM SMP N 3 Banyubiru. “Saya pernah ke sana. Sekolah itu memang harus direlokasi,” ujarnya.

Pembangunan gedung baru SMP N 3 Banyubiru masih menunggu kajian, termasuk musyawarah dengan warga setempat. Selama ini, masyarakat setempat tidak setuju apabila gedung sekolah direlokasi keluar dari wilayah Desa Wirogomo. “Kami juga kesulitan mencari tanah penggantinya jika tetap dibangun di desa tersebut. Karena saat ini tanah pengganti berada di luar desa tersebut,” katanya.

Dikatakan Mundjirin, apabila tidak ditemui kesepakatan antara pihak pemkab dan masyarakat desa, pembangunan gedung sekolah akan dilakukan di lahan SDN 2 Wirogomo. “Dijadikan satu sama SD. Itu di depannya kan ada lahan kosong yang luas. Nanti pihak DPU akan melihat tanahnya, bisa atau tidak,” ujarnya.

Apabila pembangunan di lahan SD tidak memungkinkan, akan dibangunkan talut penahan longsor di bagian belakang lokasi SMP N 3 Banyubiru. “Namun memang kalau hanya diberikan talut, siswa dan penghuni sekolah yang lain tetap akan was-was,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, Mundjirin berharap pihak orang tua siswa memahami kondisi tersebut. “Apabila dengan kondisi masuk seperti itu siswa dan orang tua mengeluh ya harus memaklumi, karena kondisinya memang darurat,” katanya.

Sementara itu Kabid Pembinaan Dikdas Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora), Taufiqur Rahman mengatakan longsor menimpa SMP N 3 Banyubiru sudah terjadi ke tiga kalinya.“Longsor sudah tiga kali dan memang kondisi sekolah harus direlokasi,” katanya.

Untuk bantuan awal dari longsor beberapa waktu lalu kepada sekolah tersebut, Disdikbudpora akan menggunakan dana infaq instansi tersebut. “Kepala sekolah sudah laporan, krnologis, tingkat kerusakan bagaimana. Kalau diperbaiki RAB (Rencana Anggaran Biaya) nya sementara akan kita bantu dengan dana infaq sodaqoh dinas pendidikan,” ujarnya.

Besaran dana infaq disesuaikan dengan bentuk kerusakan bangunan sekolah yang terkena longsor. (ewb/zal)

Latest news

Related news