31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Narkoba Sudah Masuk Kalangan Pelajar

BATANG – Maraknya peredaran narkoba yang menyasar kalangan pelajar membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang harus pintar-pintar melakukan pencegahan. Karena selama ini ditengarai banyak pelajar yang menggunakan obat-obatan daftar G seperti dextromethorphan dan trihexyphenidyl, sehingga Dindikbud akan bekerjasama lintas sektoral untuk memberantas peredaran narkoba.

Kepala Dindikbud Kabupaten Batang Rahmat Nurul Fadillah mengatakan jika saat ini memang sudah darurat narkoba, apalagi di kalangan pelajar. Untuk itu pihaknya akan bersama dengan lintas sektoral untuk melakukan pemberantasan narkoba, terutama yang menyasar kalangan pelajar.

“Memang belum ada pelajaran khusus terkait materi penyalahgunaan narkoba, namun sesekali para pendidik memberikan pemahaman terkait tentang bahaya dan efek yang ditimbulkan dari narkoba,” tutur Rahmat.

Selain melalui pemberian pemahaman kepada para pelajar melalui guru, Dindikbud juga akan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Batang untuk mensosialisasikan bahaya narkoba serta melakukan tes urine kepada setiap pelajar. Karena bagaimanapun para pelajar ini merupakan generasi penerus yang tidak boleh putus sekolah akibat narkoba.

“Pendidikan karakter perlu ditanamkan pada pelajar, dan hal ini menjadi tanggung jawab sekolah saja, namun orang tua dan masyarakat juga turut berperan agar pelajar tidak terlibat dalam peredaran narkoba,” katanya.

Kabid Dikmen Dindikbud Sabar Mulyono, menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah memberikan arahan kepada para guru agar bisa mengintegrasikan materi tentang penyalahgunaan narkoba dalam pelajaran tertentu, sehingga nantinya para pelajar mengetahui bahaya penggunaan narkoba.

“Dalam pelajaran tertentu, kami berikan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena kami sadari jika peredaran narkoba sudah masuk ke lingkungan pelajar dan harus segera dilakukan pencegahan,” ujar Sabar.

Dikatakannya, pihak sekolah juga diminta untuk mengidentifikasi pelajar yang terlibat dalam peredaran narkoba. Misalnya saja melalui prestasi di kelas maupun dengan melihat bagaimanakah nilai pelajar tersebut dalam beberapa mata pelajaran, apakah menurun atau naik. Karena jika prestasi maupun nilainya menurun, bisa saja ada indikasi pelajar tersebut menggunakan narkoba. Apalagi jika tidak pernah fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

Dindikbud juga meminta kepada pihak sekolah untuk mengawasi jajanan sekolah, karena para gembong narkoba memiliki berbagai cara untuk mengedarkan narkoba, terutama di kalangan pelajar. Di Batang sendiri pernah ditemukan spray yang menyasar pelajar, bahkan anak-anak usia SD, sehingga pihak sekolah diharap lebih waspada, apalagi dengan jajanan yang berasal dari luar.

“Kami akan menjalin kerjasama dengan BNN untuk melakukan pencegahan terhadap peredaran narkoba. Selain itu kepada para orang tua juga diminta untuk mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam sindikat narkoba,” tandasnya. (mg20/ric)

Latest news

Related news