31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Ribuan Warga Tolak Berdirinya Karaoke

KAJEN – Ribuan warga yang sebagian besar adalah para ibu rumah tangga dari berbagai desa di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jumat (20/1) melakukan aksi unjuk rasa di Balai Desa Sumurjomblangbogo. Mereka menolak adanya kafe karaoke dan warung remang-remang yang berada di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong.

Sebelumnya beberapa perwakilan warga dari berbagai desa, sudah mengirim surat penolakan kepada Kantor Kecamatan Bojong, terkait adanya salah satu desa yang mengizinkan usaha karaoke, yakni di Desa Sumurjomblangbogo. Padahal sudah ada kesepakatan, bahwa desa di Kecamatan Bojong, harus bebas dari tempat maksiat seperti kafe karaoke, dan pangkalan judi togel.

Namun karena ada beberapa karaoke yang beroperasi, meski baru mengajukan surat permohonan izin operasional, dan diikuti oleh beberapa karaoke desa lain, seperti Desa Bojongminggir dan ada 8 kafe karaoke di Desa Sumurjomblangbogo, hingga menganggu aktivitas warga. Maka ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bojong melakukan aksi unjuk rasa.

Koordinator aksi,Agus, mengungkapkan ribuan warga dari 6 desa di Kecamatan Bojong, menuntut agar karaoke yang ada di Desa Sumurjomblangbogo, dan desa lain di Kecamatan Bojong untuk segera ditutup.

Menurutnya jika tuntutan warga tersebut tidak dipenuhi, maka warga akan melakukan penutupan paksa sendiri, dan akan menduduki karaoke untuk tidak beroperasi. Sebab dinilai menganggu kehidupan rumah tangga warga desa di Kecamatan Bojong.

“Kami menuntut agar segala bentuk usaha maksiat di Desa Sumurjomblangbogo, dan desa lain di Kematan Bojong ditutup, tidak hanya kafe karaoke, tapi juga warung remang-remang dan agen judi togel, untuk ditutup juga sekarang,” ungkap Agus, yang disambut teriakan “Tutup sekarang juga !” oleh warga.

Kepala Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Selamet, mengatakan secara pribadi pihaknya tidak menyetujui adanya karaoke dan agen judi togel, yang ada di desanya. Namun karena ada beberapa yang sudah berizin, maka pihaknya tidak bisa melarang.

“Terkait tuntutan warga yang melarang usaha maksiat apapun di Desa Sumurjomblangbogo, maka perlu adanya Perdes, dan harus kami bicarakan dahulu dengan BPD Desa, intinya kami sebagai kepala desa akan memenuhi tuntutan warga,” kata Selamet.

Sementara itu, Plt Camat Bojong, Abdul Qoyum, menegaskan  dengan adanya aksi penolakan ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bojong, maka pihaknya akan menyampaikan aspirasi dari warga Kecamatan Bojong, untuk meninjau kembali perizinan yang telah dikeluarkan oleh BPMPPT.

Menurutnya meskipun persyaratan izin atau SPPL sudah dipenuhi oleh pemilik karaoke,  namun jika masih ada penolakan dari warga setempat, perizinan tidak akan diterbitkan. “Kami menjamin bahwa izin usaha hiburan karaoke tidak akan terbit, baik di Desa Sumurjomlangbogo, atau desa lainnya di Kecamatan Bojong, karena adana penolakan berdirinya kafe di Desa Sumurjomblangbogo dan desa lainnya,” tegas Abdul Qoyum. (thd/ric)

Latest news

Related news