31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Indahnya Kampung Seni Kelurahan Palebon

SEMARANG – Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, merupakan salah satu kampung tematik yang ditunjuk oleh Pemkot Semarang. Melihat potensi yang ada di lingkungan Palebon, kelurahan tersebut, khususnya di wilayah Kalicari Tengah, kini disulap menjadi kampung seni.

Lurah Palebon, Siswantoro menyebutkan awal kondisi Kelurahan Palebon ini cukup memprihatinkan. Terdapat banyak persoalan seperti kerap dilanda banjir karena dekat dengan Kali Tenggang, kondisinya kumuh, serta masyarakatnya dianggap kurang mampu,” ujar Siswantoro.

Namun pihaknya bersyukur berkat program kampung tematik ini, kondisi wilayahnya jauh berbeda. Saat ini secara fisik Kelurahan Palebon sangat representatif. ”Dari anggaran sebesar Rp 200 juta telah terserap 100 persen melalui pembuatan jalan, normalisasi saluran, pembangunan gapura, serta upaya lain guna mempercantik wajah kampung,” tuturnya.

Mengapa disebut kampung seni, sepanjang jalan terlihat lukisan berwarna-warni yang diaplikasikan pada jalan, dinding, tong sampah, dan pot bunga, serta terdapat penerangan jalan dan deretan tanaman bunga yang cantik. Selain itu di wilayah tersebut terdapat banyak aktivitas warga yang menggerakkan kesenian seperti karawitan, grup dalang yang dipandegani Ki Warseno, grup Punakawan oleh para anak-anak, serta kelompok rebana yang kerap tampil di setiap kesempatan.

Sedangkan untuk usaha mikro yang digerakkan di wilayah tersebut di antaranya kerajinan suvenir, hiasan bunga dari lembah kain, mobil-mobilan dari limbah kayu, serta aksesori rajut dari bahan benang.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang turut dalam apel pagi di kelurahan tersebut, Jumat (20/1) pagi, terkesan dengan pemandangan di lingkungan sekitar. Dengan adanya program kampung tematik ini kondisi dan aktivitas masyarakat di Kelurahan Palebon menjadi lebih baik, harapannya kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat.

Hendi, sapaan akrab wali kota, meminta dalam setiap kampung untuk fokus pada satu potensi yang ingin dikembangkan. ”Selain itu saya juga mengharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan kampung tematik ini. Meski terdapat anggaran yang disediakan yaitu sebesar Rp 200 juta tiap kelurahan, tetap didukung swadaya masyarakat guna meningkatkan wilayahnya masing-masing,” tuturnya.

Pada 2016 kemarin di Kecamatan Pedurungan terdapat 2 kampung tematik yaitu kampung Seni dan Sari Mulyo. Sedangkan di 2017 ini direncanakan penambahan 5 kampung tematik di tiap kecamatan, yaitu kampung harmonis, kampung wingko, kampung kreatif, kampung serabi, dan kampung guyub di Kecamatan Pedurungan, dan sisanya di 2018. (zal/ce1)

Latest news

Related news