31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

SMKN 3 Kembali Dilempari Batu

SEMARANG – Aksi penyerangan atau teror kembali terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Semarang, saat siswa melakukan kegiatan ekstrakurikuler, Kamis sore (19/1) kemarin. Tiba-tiba ada oknum yang melempari sekolah dengan banyak bebatuan besar. Tak hanya itu, kembang api yang biasa digunakan saat perayaan tahun baru, sengaja apinya diarahkan ke sekolah tersebut.

Humas SMK 3 Semarang yang juga guru listrik, Purnomo mengaku peristiwa itu terjadi kira-kira 17.30. Saat itu, dirinya dan beberapa guru sedang lembur di sekolah. Sehingga mengetahui langsung kejadian yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. ”Sebetulnya kasus penyerangan seperti itu, kerap terjadi di SMKN 3. Bahkan sekitar 6 tahun terakhir ini,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Purnomo meyakinkan bahwa pihaknya hanya menjadi korban dari tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, pihaknya melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Saat ini, sedang dilakukan penyelidikan para pelaku onar sore itu.

”Mediasi dan tindakan antisipasi sudah kerap kami lakukan. Bahkan kami beberapa kali melakukan seminar dengan mengundang siswa-siswa yang kita duga merupakan salah satu pelakunya,” timpal Kepala SMKN 3, Almiati.

Baik Purnomo maupun Almiati, mengklaim bahwa SMK 3 Semarang dalam kejadian ini murni sebagai korban. Mereka sudah melakukan berbagai cara untuk meredam kejadian-kejadian seperti itu, namun entah kenapa masih ada pihak yang sepertinya berusaha memancing keributan dengan melakukan perusakan pada fasilitas SMK 3 Semarang. ”Pernah juga ditemukan pelakunya, ternyata bukan pelajar sekolah X yang dicurigai, namun oknum yang ikut-ikutan saja,” ujar Almiati prihatin.

Meskipun kejadian tersebut memengaruhi perasaan siswa, namun guru dan staf SMK 3 Semarang selalu memberikan nasihat sebelum memulai jam pelajaran. Almiati mengimbau agar para guru juga turut memberikan nasihat positif kepada siswa, jangan sampai terpancing.

”Terlepas dari kejadian penyerangan itu, kami lebih fokus pada siswa yang tengah bersiap menghadapi lomba tingkat nasional. Jadi, kami tidak mau berlarut-larut dengan persoalan ini. Intinya sudah kami serahkan kepada pihak berwajib untuk menindaklanjutinya,” tegasnya. (mg26/ida/ce1)

Latest news

Related news