Pahami Budaya Lokal, sebelum Manggung

  • Bagikan

MENJADI seorang master of ceremony (MC) di berbagai daerah, mengharuskan Dina Wuni Permata untuk melakukan riset serta memahami budaya dan kultur lokal terlebih dahulu, sebelum naik ke atas panggung. Hal tersebut ia lakukan agar interaksi dengan audiens bisa terjalin dengan baik.

”Sebelumnya harus ada riset kecil-kecilan, bisa ngobrol dengan warga setempat sebelum manggung. Sehingga bisa tahu bahasa atau jokes yang menarik saat di panggung,” kata dara kelahiran Kediri, 25 Juli 1994 ini.

Cewek yang akrab disapa Dini ini mengaku sudah berkeliling di berbagai daerah. Mulai event di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimanten ia ikuti. Baginya, menjadi MC merupakan tantangan. Karena MC merupakan roh, sukses tidaknya suatu acara.

”Jika MC tidak bisa beinteraksi dengan audiens, pastinya acara tidak akan meriah dan bisa dibilang mati. Nah itu, bagi saya sebuah tantangan tersendiri,” tutur mahasiswi Jurusan Komunikasi ini.

Ia mengaku jika kemampuannya menjadi MC didapat dari pengalamannya di dunia broadcasting. Maklum saja, Dini juga pernah beberapa kali bekerja sebagai penyiar radio. ”Kemampuan ini, saya pelajari saat masih aktif di dunia broadcasting, tepatnya dari radio kampus. Alhamdulillah malah bisa menjadi ladang pekerjaan,” jelasnya.

Berkat kecakapannya, Dini pun bisa tour ke beberapa daerah untuk mengisi acara besar. Bahkan tahun lalu, ia berhasil menyabet gelar Duta Wisata Kediri 2016, berkat pengetahuan dan wawasannya yang luas. ”Di sela-sela bekerja, saya juga mengenalkan potensi wisata yang ada di Kediri,” tutupnya. (den/ida/ce1)

  • Bagikan