31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Bela Negara Bukan Angkat Senjata

MAGELANG – Bela negara merupakan tugas semua warga bangsa. Pada hakikatnya adalah sikap, perilaku, tindakan serta kesadaran rela berkorban untuk bangsa dan negara, mengutamakan kepentingan nasional dan kedaulatan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Jangan sampai salah persepsi, bela negara dimaknai perang atau angkat senjata,” ucap Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat memberikan ceramah pembekalan kepada siswa dan pamong SMA Taruna Nusantara (SMA TN) di Balairung Pancasila SMA TN, Kamis (19/1).

Ryamizard menjelaskan, kewajiban warga untuk membela negara juga telah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1.

Kebijakan prioritas Kementerian pertahanan terkait program kesadaran bela negara ada empat. Yaknikonsep strategi pertahanan rakyat semesta; peran bela negara dalam mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme; kepedulian terhadap anak jalanan dan terlantar; dan menyiapkan generasi bangsa kedepan dengan konsep bela negara.

Sementara itu, salah satu siswa kelas XI SMA TN Zulfikar Nima Arifuzzaky mengaku, program bela negara sangat bagus untuk benteng atau pertahanan negara. Ia sepakat, tugas bela negara merupakan tugas semua warga bangsa, apapun profesinya, termasuk siswa. “Saya berharap, dengan program bela negara bisa meningkatkan nasionalisme warga, terlebih para generasi muda,” ucap pelajar asal Temanggung yang bercita-cita menjadi tentara itu. (san/ton)

Latest news

Related news