31 C
Semarang
Jumat, 7 Mei 2021

Bupati Tak Perpanjang Rita

WONOSOBO–Bupati Eko Purnomo menegaskan, Pemkab tidak akan memperpanjang kontrak Rita Pasaraya di kompleks Pasar Plaza. Penegasan itu disampaikan saat menemui puluhan pedagang Pasar Induk Wonosobo di Ruang Rapat DPRD Wonosobo.

“Kontrak Rita Pasaraya sampai 12 Maret 2017 habis, tidak akan kami perpanjang lagi,” kata Bupati Eko disambut tepuk tangan Pengurus Paguyuban Pasar Induk Wonosobo (PPIW), kemarin (19/1).

Pernyataan Bupati Eko disampaikan dalam audiensi lanjutan oleh pengurus PPIW yang beberapa hari lalu mendatangi DPRD setempat. Sebelumnya, PPIW meminta kejelasan pembangunan Pasar Induk yang terbakar, sekaligus mendesak agar kontrak Rita sebagai pasar modern di wilayah tersebut, tidak lagi diperpanjang. Forum tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD, Afif Nurhidayat. “Untuk tahapan pembangunan Pasar Induk, kami sudah bentuk tim proses sedang berjalan.”

Lantas, Rita Pasaraya akan ditempatkan di mana? Bupati Eko dalam forum tersebut, tidak memberikan pernyataan jelas. Eko hanya memastikan bahwa kontrak penggunaan gedung lantai 3 Pasar Plaza oleh Rita Pasaraya pada 12 Maret mendatang, tidak akan diperpanjang. “Rita sudah mengajukan permohonan perpanjangan, namun tidak akan diperpanjang.”

Bupati Eko dalam forum tersebut juga menjawab desakan PPIW terkait banyaknya toko modern yang berdiri. Eko menyampaikan, pendirian toko modern masih mengacu Perbup No 21 Tahun 2008. Menurutnya, Perbup tersebut sudah tidak relevan dan akan diusulkan Perda. “Saya sudah meminta kepada pihak terkait mengusulkan Perda tentang toko modern.”

Mendapatkan jawaban Bupati Eko, Ketua PPIW Fikri Wijaya menyambut positif. Namun, pihaknya meminta komitmen tersebut benar-benar dilakukan. Sedangkan terkait pembangunan Pasar Induk, PPIW mendesak Pemkab melibatkan para pedagang dalam perencanaan dan penataan ke depan.

“Kami berharap, karena sudah ada kelompok pedagang tiap jenisnya, Pemkab melibatkan pedagang dalam mengatur dan merencanakan.”

Hal senada ditegaskan Muhammad, pengurus PPIW. Ia meminta komitmen bupati yang tidak akan memperpanjang kontrak Rita, benar-benar dilakukan. “Termasuk dalam pendirian toko modern, karena masih merujuk pada Perbup Nomor 21, kami mohon sebelum ada Perda, bupati jangan dulu mengeluarkan izin lagi.”

Setelah pembangunan pasar jadi, kata Mumammad, pihaknya berharap pedagang lama menempati posisinya kembali. Pemkab juga harus benar-benar membangun pasar yang aman, sekaligus menata para PKL.

Ketua Komisi C Wahyu Nugroho meminta semua pernyataan bupati menjadi sebuah komitmen. Sehingga tidak membuat bingung para pedagang. “Kami meminta semua peryataan ini jelas, diseriusi oleh Pemkab.” (ali/isk)

Latest news

Related news