31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Tersambar Petir, Satu Rumah Roboh

KAJEN-Hujan lebat yang disertai petir menggelegar dan angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Pekalongan selama 3 jam lebih, Kamis (19/1) kemarin, mengakibatkan sebuah rumah di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, roboh. Bahkan, beberapa pohon tumbang dan puluhan atap rumah warga, baik yang terbuat dari genteng maupun seng, rusak dan beterbangan. Menghadapi bencana tersebut, kini beberapa warga terpaksa mengungsi sementara, sambil memperbaiki rumahnya.

Kunto, 53, warga Desa Bebel RT 18 RW 5, Kecamatan Wonokerto, yang rumahnya roboh mengungkapkan bahwa kala itu, hujan turun sangat deras disertai angin kencang dan beberapa kali petir menyambar pohon sekitar rumahnya, yakni pohon kelapa. Tak berselang lama, petir menyambar atap rumahnya hingga roboh. Beruntung 3 penghuni sudah mengungsi duluan, yakni saat petir menyambar pohon kelapa di depan rumah.

“Kali pertama petir menyambar pohon kelapa. Berselang satu jam kemudian, petir menyambar atap rumah hingga roboh seperti ini,” ungkap Kunto sambil menunjukkan kondisi rumahnya.

Daruki, 47, warga Desa/Kecamatan Wonokerto juga mengatakan bahwa atap rumahnya sebagian rusak, karena hujan dan angin kencang sejak Rabu (18/1) malam dan Kamis (19/1) kemarin. “Hari Kamis (19/1) ini, hujan dan anginnya lebih kencang, jika dibandingkan hari Rabu (18/1) kemarin,” kata Daruki.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto menjelaskan bahwa beberapa anggota Polres Pekalongan langsung membantu membersihkan rumah milik Kunto dan Daruki, serta membersihkan beberapa pohon yang tumbang.

Total kerugian material yang diderita Kunto diperkirakan lebih dari Rp 50 juta, karena tembok dan atap rumahnya roboh dan tidak bisa ditempati. “Kini keluarga Kunto beserta ketiga anaknya, mengungsi ke rumah orang tuanya, karena rumahnya roboh tersambar petir,” jelas AKP Aries Tri Hartanto. (thd/ida)

Latest news

Related news