31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Tak Capai Target, Layanan Ditambah

SEMARANG – Sepanjang 2017 ini, inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) test untuk mendeteksi kanker mulut rahim sejak dini, masih terus digenjot Tim Penggerak PKK Jateng.

Ketua TP PKK Jateng, Siti Atikoh menjelaskan, sepanjang 2016 lalu, IVA tes baru menjangkau 5,07 persen. Sementara target yang dipatok Kementerian Kesehatan sebesar 20 persen. Tahun ini, istri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ini optimistis mampu mencapai target. Sebab, jumlah layanan IVA test bertambah. Termasuk rumah sakit dan layanan kesehatan swasta, yang cakupannya belum terjangkau PKK.

Untuk itu dia berharap TP PKK provinsi dan kabupaten/kota lebih meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya agar lebih mendorong IVA test di masyarakat. Terlebih, pada peringatan Hari Kartini mendatang, rencananya ibu negara akan kembali mencanangkan gerakan IVA test.

Tidak hanya fokus pada IVA test, Atikoh bersama jajarannya juga terus menggerakkan penanaman cabai di masing-masing rumah warga. Apalagi belakangan ini harga cabai, khususnya rawit merah cukup tinggi. Bahkan, di Jateng harganya mencapai Rp 97 ribu per kilogram. Padahal cabai termasuk salah satu komoditi yang memengaruhi inflasi.

“Kebutuhan untuk industri atau swasta biarlah dikelola swasta. Tapi kita berusaha menangani di tingkat rumah tangga. Ya kalau skala keseharian, empat pohon saja sebenarnya sudah cukup,” bebernya.

Meski begitu, Atikoh mengingatkan, menjaga stabilitas harga tidak hanya dilakukan oleh wanita yang tergabung dalam PKK. Kaum pria pun memiliki tanggung jawab yang sama. Dengan kebersamaan seluruh pihak, diharapkan harga dapat terkendali.

“Satu lagi yang menjadi prioritas kami adalah SPAK (saya perempuan anti korupsi). Saya agak terpukul, saat masih menggerakkan agar perempuan menghindari korupsi, malah ada masalah Klaten (OTT Bupati Klaten). Makanya kami akan lebih intens menyosialisasikan SPAK, termasuk menanamkan integritas pada anak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Jateng Sri Ratna Astuti mengungkapkan dalam menggerakkan IVA test tidak hanya dibutuhkan inovasi kegiatan, juga regulasi yang mendukung IVA test. Sayangnya, di provinsi ini, baru satu daerah yang membuat regulasi itu, yakni Kabupaten Karanganyar melalui SK Bupati. Dia berharap makin banyak daerah yang membuat regulasi tersebut. (amh/ric)

Latest news

Related news