31 C
Semarang
Selasa, 18 Mei 2021

Kebanjiran 20 Tahun, Petani Cegat Ganjar

SEMARANG – Tiga orang petani menghadang rombongan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika melintasi Jalan Onggorawe-Mranggen, Rabu (18/1). Mereka membentangkan spanduk berisi keluhan warga setempat yang sudah puluhan tahun menjadi korban banjir akibat meluapnya aliran sungai.

Gubernur yang mengendari mobil dinas bernopol H 1, langsung berhenti dan keluar menemui tiga petani tersebut. ”Eh, ada apa ini, kok tiba-tiba nulis seperti ini. Lha banjirnya sejak kapan,” tanya Ganjar kepada salah seorang petani.

Petani yang diketahui bernama Murodi langsung mengeluhkan banjir yang menimpa lahan pertanian dan rumah warga di Dusun Waru Krajan dan Dusun Waru Kalimas, Desa Waru Mranggen. Dijelaskan, banjir yang terjadi setiap hujan deras ini disebabkan karena aliran sungai yang membelah Desa Waru kurang lancar. ”Banjirnya bisa sampai 60 cm. Sudah 20 tahun seperti ini,” ucapnya.

Meski sudah langganan banjir, warga setempat belum pernah melapor ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana yang mengelola sungai tersebut. Dia mengaku bingung harus mengadu ke siapa. Karenanya, ketika mengetahui gubernur akan melintas, dia coba memberi tahu.

Menanggapi keluhan itu, Ganjar langsung langsung mengecek kondisi sungai yang ternyata mengalami penyempitan. Kondisi lain, anak sungai dari aliran sungai Kalimas itu bahkan beberapa tertutup bangunan.

Orang nomor satu di Jateng ini meminta salah satu stafnya untuk menghubungi BBWS. Perangkat desa juga diinstruksikan untuk segera melaporkan kondisi itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Demak. ”Tadi kami sudah mengontak BBWS, rencananya hari ini mau mengirim alat. Perangkat desa juga harus proaktif soal ini,” tegasnya.

Dari kejadian ini, Ganjar meminta kepada semua masyarakat untuk mengetahui proses politik penyampaian aspirasi. Harus melapor ke mana jika ada masalah. Mereka juga berhak menanyakan, kapan masalah tersebut ditangani.

Setelah beberapa km melanjutkan perjalanan, mobil dinas gubernur kembali menepi setelah melintasi jalan rusak. Ruas milik provinsi tersebut banyak yang berlubang dan digenangi air. Kondisi jalan rusak itu jelas mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Ketika turun dari mobil, Ganjar langsung memotret sejumlah lubang jalan dengan kamera ponselnya. Setelah itu, dia mencari petugas yang tengah melakukan perbaikan jalan. Dari obrolan tersebut, diketahui, perbaikan jalan terhambat karena sedang proses lelang. ”Tolong dikasih papan pengumuman kalau jalan ini akan diperbaiki, sekarang sedang proses lelang. Ini untuk memberi kepastian masyarakat,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Jateng, Sudjarwanto menjelaskan, jalan tersebut akan ditangani secara darurat. Yaitu peninggian jalan dengan cara diuruk dengan pasir dan batu (sirtu). ’Februari, akan dianggarkan untuk betonisasi sepanjang jalan yang rusak,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news