31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Bank Jateng Danai Nelayan Ganti Alat Tangkap

SEMARANG – Bank Jateng berkomitmen untuk total memfasilitasi para nelayan pengguna cantrang yang akan mengganti alat tangkap. Sebab, nelayan banyak yang mengeluh kesulitan mendapat pinjaman bank lantaran masih ada kredit yang harus dilunasi.

Salah satu nelayan cantrang asal Rembang, Musyafa menjelaskan, beberapa tahun lalu, dia meminjam uang dari bank untuk membeli kapal. Hingga sekarang, kredit itu belum lunas. Padahal, dia tengah butuh sekitar Rp 2,5 miliar untuk membeli alat tangkap baru yang diizinkan pemerintah.

“Cicilannya masih banyak. Sementara mau pinjam bank lagi, sudah tidak punya agunan,” ucapnya dalam dialog bersama Bank Jateng dan Gubernur Jateng di Alun-alun Rembang, kemarin.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno menjelaskan, pihaknya siap melakukan take over kredit demi kelancaran nelayan mengganti alat tangkap. Sebab, penggantian alat ini harus segera dilakukan mengingat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi masa transisi peralihan hanya enam bulan.

“Kami bisa take over kreditur dari bank sebelumnya. Asal nelayan tersebut punya riwayat kinerja yang bagus dan agunannya masih bisa mengcover,” jelas Nano — sapaan akrabnya.

Dibeberkan, dana yang bisa dicairkan Bank Jateng, maksimal 125 persen dari nilai jaminan. Pihaknya juga akan melakukan survei atau penelusuran calon nasabah yang masih punya kredit di bank lain. Hal ini untuk mengetahui apakah ada kredit macet atau tidak. Termasuk kekuatan membayar cicilan. Diperkirakan, survei tersebut butuh sekitar satu minggu untuk satu nelayan.

Jika nelayan tersebut punya track record yang baik, bisa dipastikan Bank Jateng segera mencairkan kredit. “Karena mereka punya kehidupan dan dia mesti bayar. Kan ada juga yang pinjam di bank lain, kalau karakternya diragukan, ya tidak bisa,” katanya.

Namun, Nano meyakini bahwa nelayan memiliki komitmen untuk melakukan pembayaran. Terlebih, ketika sudah melaut dan memperoleh ikan maka dipastikan mampu membayarnya.

Bagi mereka yang memperoleh fasilitasi dari Bank Jateng, lanjutnya, terdapat beberapa keuntungan. Diantaranya, hanya dikenakan bunga 11,5 persen per tahun dengan total waktu investasi sekitar tiga tahun.

Kreditur, lanjut Nano, juga diringankan dengan grace period. Jadi nelayan tidak perlu membayar cicilan pokok selama enam bulan. “Hanya dibebani bunganya saja. Sebab mereka kan tidak bisa melaut atau mendapat penghasilan karena kapal mereka masih dalam renovasi ganti alat tangkap,” tegasnya.

Analisis Kredit Bank Jateng, Rinda menambahkan, hingga pertengahan Januari, sudah banyak nelayan cantrang yang mengajukan kredit. Tapi masih dua nelayan yang dilayani. Plafon masing-masing nasabah, Rp 2,3 miliar dan Rp 1,8 miliar. “Itu untuk membeli gillnet, dan nasabah satunya membeli purse sein,” bebernya. (amh/ric)

Latest news

Related news