31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Optimalkan Pajak Hotel dengan E-Tax

SEMARANG– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang optimistis perolehan pajak hotel tahun ini akan mengalami peningkatan yang signifikan. Upaya peningkatan tersebut seiring dengan perubahan sistem pembayaran dari manual ke online atau Elektronik Tax (E-Tax).

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana, mengatakan, untuk tahap pertama ini baru 10 hotel yang menjalankan E-Tax. Menurutnya, dengan E-Tax, maka perolehan pajak akan lebih optimal. Selain itu juga dapat menekan kebocoran. Sebab, secara otomatis akan mencatat jumlah tamu, lama menginap, pendapatan, hingga pajak yang harus disetorkan.

“Mudah-mudahan tahap II nanti bisa lebih banyak lagi hotel yang menggunakan E-Tax,” terang Yudi di sela kegiatan gathering dan sosialisasi Tindak Lanjut Pelaksanaan Online System Pembayaran Pajak Hotel di Kota Semarang di Sixteen Hall, Kamis (19/1).

Yudi mengakui, selama ini dalam penerapan kebijakan E-Tax terkendala izin pemilik hotel. Namun hal tersebut tak menyurutkan pihaknya untuk menyukseskan E-Tax semua hotel di Semarang.

“Banyak kendala juga ketika kita datangi hotel. Kalau manajemennya langsung ke pusat kita harus izin dulu ke pusat. Apakah itu prosesnya atau hanya mengulur waktu saya tidak tahu. Yang pasti inginnya dia (hotel) bagaimana kita turuti, dengan catatan tidak terlalu lama, karena kita diburu waktu,” tandasnya.

Menurut Yudi, potensi pendapatan pajak hotel memang cukup tinggi. Di Kota Semarang ada sekitar 500 hotel baik berbintang maupun kelas melati. Pada 2017, Bapenda menargetkan pendapatan pajak hotel Rp 64 miliar. “Dengan sistem E-Tax ini kita optimistis perolehan akan lebih optimal. Karena berapa potensi pendapatan dan pajak yang harus dibayar itu bisa tercatat jelas. Berbeda dengan sistem manual, segala sesuatunya bisa berubah,” katanya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang turut hadir dalam sosialisasi kemarin menjelaskan, dengan memakai E-Tax akan lebih termonitor potensi yang dimiliki sebuah hotel, mulai dari kamar, berapa hari menginap, pendapatan dan pajak itu sendiri. “Dengan sistem ini diharapkan tidak ada lagi kebocoran-kebocoran, karena sistemnya sudah transparan,” tandasnya.

Wakil Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mitosih, mengaku siap menerapkan sistem tersebut. Menurutnya, saat ini sudah ada 10 hotel yang telah menerapkan sistem tersebut, yakni Hotel Pesonna, Ibis, Dafam, Grand Edge, Norman, Westren Star, Horison, Holiday In Express, Grand Candi, dan Pandanaran Hotel.

“Dengan era digitalisasi dan perkembangan teknologi sistem pembayaran pajak secara online ini sangat membantu memudahkan pembayaran wajib pajak, dan juga memudahkan pemerintah dalam memantau dunia perhotelan,” kata General Manager Star Hotel ini. (zal/aro)

Latest news

Related news