33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pemprov Diminta Gagas Industri Garam

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG – DPRD mengaku prihatin dengan belum adanya industri pengolah garam berskala besar di Jateng. Padahal, provinsi ini merupakan salah satu daerah penghasil garam yang cukup besar. Kondisi itu membuat kesejahteraan petani garam sangat memprihatinkan dan sektor garam tidak bisa maju.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo mengatakan, industri garam skala besar dibutuhkan masyarakat. Sebab, jika hanya industri kecil yang digarap petani garam, hasilnya belum memenuhi standar untuk garam industri. ”Ini otomatis berimbas pada harga di pasar yang murah. Dengan begitu nasib petani garam sulit sejahtera,” katanya.

Kehidupan petani garam di Jateng menurutnya memprihatinkan. Produksi garam yang mereka hasilkan berupa garam rakyat masih membutuhkan sentuhan industri sehingga menghasilkan garam yodium untuk konsumsi industri dan rumah tangga. Padahal, sepanjang jalur pantura banyak masyarakat yang menggantungkan hidup menjadi petani garam. ”Ironisnya selama ini masih belum ada industri garam skala besar yang bisa menampung produksi garam dari petani. Padahal ini bisa menjadi peluang bagus untuk mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Pati jumlah produksi garam dari petani mencapai 260.000 ton. Bahkan, itu merupakan produksi garam terbanyak kedua setelah Jawa Timur. Tetapi karena masih berupa garam krosok, maka serapan di masyarakat terutama untuk kebutuhan industri masih sangat kecil. ”Bayangkan kalau ini diolah sedikit oleh industri besar, jelas akan membuat harga semakin mahal dan berimbas kesejahteraan petani,” tambahnya.

Dewan meminta agar Pemprov Jateng bisa peduli dengan nasib petani garam. Salah satunya dengan mulai mencari investor atau membangun pabrik pengolah garam rakyat berskala besar. Dengan begitu, nantinya garam rakyat bisa tertampung dan diproses menjadi garam layak konsumsi untuk mencukupi kebutuhan garam bagi masyarakat dan industri di Jateng. (fth/ric/ce1)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Seleksi Perangkat Tertunda dan Pembangunan Stagnan

DEMAK-Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan merasa prihatin dengan kondisi dan situasi politik di Demak. Sebab, selain dihadapkan pada persoalan terkait penundaan seleksi perangkat desa...

Belum Ditemukan Pasien Difteri

“Ke depan, jangan ada lagi masyarakat yang menolak untuk diimunisasi.” Kuswantoro PURWOREJO—Dinas Kesehatan meminta para orang tua untuk tidak menolak ketika balitanya diimunisasi. Imunisasi atau vaksinasi...

Sidrahta Lidya Putri, Joki Motor Perempuan Surabaya

Asap knalpot, raungan mesin sepeda motor, dan bengkel bukan hanya dunia pria. Setidaknya bagi Sidrahta Lidya Putri. Setelah tidak lagi menjadi joki balap liar...

Ngedrum Bareng 100 Drummer

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta dalam perayaan HUT ke-470 Kota Atlas nanti lebih mengedepankan keterlibatan masyarakat. Sejumlah agenda kemeriahan telah dipersiapkan....

Siap Bersaing di Kelas Adventure

SEMARANG – PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperkuat penjualan motor jenis adventure, kali ini mereka meluncurkan All New Honda CRF150L dengan desain dan performa...

Mahasiswa Magang UIN Walisongo

RADARSEMARANG.COM - DELAPAN mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo akan magang selama sebulan di Jawa Pos Radar Semarang. Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh dosen Amelia...