Kantor Mantan Bupati Belum Ditetapkan BCB

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

UNGARAN–Bangunan yang pernah dijadikan kantor sekaligus tempat tinggal Bupati Semarang di Dusun Karang Kepoh Desa Pager Kecamatan Kaliwungu belum bisa dikategorikan bangunan cagar budaya (BCB). Lantaran terkendala dengan adanya UU No 11/2006 tentang Benda dan BCB.

Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora), Adi Prasetyo mengungkapkan bahwa benda atau bangunan dapat dikategorikan BCB harus melalui mekanisme penetapan. Penetapan tersebut dilakukan oleh kepala daerah sesuai dengan rekomendasi tim ahli pengkajian BCB.

“Masalahnya, Pemkab Semarang belum memiliki tim ahli tersebut. Sehingga tidak ada yang melakukan pengkajian. Kami terkendalanya itu,” kata Adi, Rabu (18/1) kemarin.

Bangunan rumah seluas 500 meter persegi tersebut memang pernah digunakan sebagai pusat Pemkab Semarang. Pada masa Bupati Sumardjito periode 1947-1950. Kini rumah milik Singo Prawiro tersebut dihuni oleh keturunannya.

Dikatakan Adi, perawatan sendiri dilakukan oleh pemilik bangunan rumah tersebut sendiri. Tanpa campur tangan dari Pemkab Semarang. Secara tidak langsung, lanjutnya, dengan adanya UU tersebut juga membatasi gerak Pemkab Semarang untuk melakukan penetapan terhadap BCB yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Dalam hal ini, Pemkab Semarang hanya memberikan imbauan dan masukan untuk tidak merusak struktur asli dari bangunan bersejarah bagi warga Kabupaten Semarang itu. Kondisi tersebut juga tidak hanya dialami rumah mantan Bupati Semarang itu saja.

Hal serupa juga diberlakukan untuk rumah mantan pejuang zaman Belanda yaitu Kolonel Isdiman. Rumah pribadi yang pernah ditempati Kolonel Isdiman sendiri di Kecamatan Jambu hingga kini masih berdiri tegak. “Namun kami hanya memberikan imbauan saja agar tidak merusak karena bangunan rumah itu milik pribadi,” katanya.

Dijelaskan Adi, saat ini Pemkab Semarang juga tidak bisa melakukan penetapan terhadap 1072 BCB yang ada di Kabupaten Semarang. Beruntung, beberapa di antaranya seperti halnya Candi Gedongsongo, Candi Ngempon dan Candi Klero, Museum KAI Ambarawa, sudah dilakukan penetapan sebagai BCB oleh Pemprov Jateng.

Kasi Kesejarahan dan Musium Kepurbakalaan Dikbudpora, Etik Dwi Lestari menambahkan meski bangunan masih kategori perkiraan sebagai BCB, perlakuan yang dilakukan tetap mengacu perlakuan sebuah BCB yang sudah ditetapkan. (ewb/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -