33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Hutan Rajawali Jadi Destinasi Wisata Baru

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG-Arus lalu lintas yang padat di jalur pantura, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengembangkan Hutan Kota Rajawali yang lokasinya ada di pinggir jalur pantura Kota Batang.

Bahkan, hutan kota yang dipenuhi tanaman pohon jati dan 50 spesies tanaman keras telah menjadi destinasi baru bagi masyarakat Batang. Keberadaan Hutan Rajawali yang strategis di pojok Kota Batang tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Selain menjadi paru-paru Kota Batang, juga sebagai ruang terbuka hijau di tengah perkotaan yang lalu lintasnya padat. Bahkan, kerap menjadi tempat istirahat bagi para pelancong untuk berhenti dan menarik napas sejenak menikmati kesejukan udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perkebunan, Djoko Tetuko, mengatakan, bahwa Hutan Kota Rajawali sebelumnya merupakan tanah kosong yang dibudidayakan dengan tanaman jati emas dan 50 jenis tanaman yang dirintis sejak 12 tahun yang lalu oleh Kantor Kehutanan. “Hutan Kota Rajawali ini untuk memberikan ruang terbuka hijau di kawasaan perkotaaan sebagai paru-paru Kota Batang,” terangnya.

Selain itu, Hutan Rajawali yang luasnya 2 hektare dapat difungsikan sebagai tempat untuk bersantai dan tempat olah raga serta edukasi. Karena di Hutan Rajawali sudah dilengkapi sarana prasarana fitnes, joging track, kursi santai dan juga penerangan lampu agar sat malam hari bisa menjadi tempat rekreasi murah di dalam Kota Batang.

“Untuk ketertiban dan kenyamanan, kami sudah membuat papan imbauan untuk menjaga kebersihan, menjaga etika dan sopan santun serta dilarang menangkap dan menembak burung di kawasan hutan kota,” ujar Djoko.

Ke depan, imbuhnya, Pemkab Batang akan menambah wahana-wahana baru seperti rumah pohon. Untuk wahana edukasi Hutan Rajawali juga dilengkapi dengan wahana taman lalu lintas yang bisa digunakan sebagai tempat memberikan pemahaman bagi anak-anak terkait dengan rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, dilengkapi tempat pelatihan pembuatan pupuk kompos.

“Sudah banyak anak sekolah yang memanfaatkan Hutan Rajawali sebagai tempat edukasi seperti pengetahuan tentang alam serta rambu-rambu lalu lintas yang sudah ada wahananya,” katanya.

Sementara itu, Netty Wijayanti, 37, warga Perum Pesona Griya yang mengaku sering ke Hutan Rajawali merasa senang bisa bermain bersama keluarga menikmati sejuknya udara untuk menghilangkan penat pikran. “Saya hampir setiap minggu main di Hutan Rajawali. Selain rekreasi sambil momong anak. Disini ada tempat bermain untuk mengenalkan alam kepada anak,” ujarnya.

Nety juga berharap kepada Pemkab Batang untuk terus membangun hutan kota atau taman kota. “Dengan banyaknya taman kota yang dibangun, masyarakat bisa rekreasi murah dan tidak perlu jauh untuk bersenang-senang,” katanya. (mg20/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siswa Titipan Jadi PR Dewan Pendidikan

MAGELANG– Kepengurusan Dewan Pendidikan Kota Magelang periode 2012-2017 akan berakhir pada Desember ini. Persoalan masih adanya siswa titipan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dewan...

46 Pegawai Terminal Belum Gajian

SEMARANG - Pasca diambil alih Kementerian Perhubungan (Kemenhub), para pegawai Terminal Mangkang sudah tiga bulan belum gajian. Selain itu, kondisi bangunan terminal juga semakin...

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

Oleh Dahlan Iskan Robert Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang untuk dibawa ke Singapura keesokan harinya. Malam itu...

Transparan Soal Informasi Publik

SEMARANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mulai mengembangkan open data sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Salah satunya RSUD Tugurejo Semarang. Direktur RSUD Tugurejo Semarang...

Jadi Ajang Sharing, Hingga Urusi Sertifikasi Pemandu Karaoke

RADARSEMARANG.COM - Pelaku hiburan di Kota Semarang kini punya wadah sharing, saling tukar informasi sekaligus menyebar promosi. Namanya Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar). Lewat paguyuban...

Ribuan Buruh Siap Gelar Aksi

SEMARANG - Aliansi Masyakat Buruh Jateng berencana menggelar aksi besar-besaran untuk mendukung pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang. Aksi tersebut merupakan wujud pengawalan keputusan...