33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Diinjak Pendemo, Taman Jalan Pahlawan Rusak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Taman di kawasan Jalan Pahlawan Semarang rusak parah akibat diinjak-injak para pendemo, Selasa (17/1) lalu. Hampir seluruh tanaman terdiri atas bunga ganyongan, hera dan banyeman di taman sepanjang kurang lebih 20 meter itu mati mengenaskan. Taman di pulau jalan tersebut rusak akibat insiden bentrok dua kelompok massa pendemo yang sama-sama ingin menyampaikan aspirasi di depan kantor Gubernur Jateng.

Dua kelompok tersebut adalah massa Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng yang berunjuk rasa menolak impor tembakau, serta massa Jaringan Masyarakat Peduli Kendeng (JMPK) yang demo menolak pendirian pabrik semen di Rembang. Akibat kerusakan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung mengecek taman tersebut, Rabu (18/1). Keduanya tampak geram. Pasalnya, Pemkot Semarang sejauh ini telah berusaha keras mempercantik wajah kota dengan membangun taman. Setiap hari dirawat dan disirami oleh petugas. Tetapi seketika taman tersebut dirusak oleh pendemo yang tidak bertanggung jawab.

”Saya kecewa terhadap kelompok massa yang demo di sini. Mereka tidak tertib dan tidak bertanggung jawab karena merusak salah satu aset milik Pemkot Semarang,” kata Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Hendi meminta jajarannya agar setiap ada aksi demonstrasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diterjunkan untuk mengamankan taman. Hal itu untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

”Satpol PP juga saya minta untuk koordinasi dengan Korlap (Koordinator Lapangan) agar bisa mengarahkan massa secara tertib. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pintanya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan, pihaknya akan meminta kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Semarang untuk segera turun memperbaiki taman yang rusak tersebut. ”Ini harus segera diperbaiki agar bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya.

BUKTI: Para pendemo menginjak taman di pulau Jalan Pahlawan saat demo, Selasa (17/1) lalu. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
BUKTI: Para pendemo menginjak taman di pulau Jalan Pahlawan saat demo, Selasa (17/1) lalu. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

Ia meminta, taman tersebut dibuat lebih berwarna. Artinya, tidak hanya berisi tanaman hijau. Tetapi diisi dengan tanaman bunga warna-warni. ”Pemerintah tidak mungkin melakukan peninggian pagar tanaman, karena akan mengurangi estetika,” ujarnya.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Semarang, Jaiz Suyono, mengatakan, kerusakan tanaman taman berada di sepanjang 20 meter. Kerugiannya diperkirakan kurang lebih Rp 50 juta. ”Kami akan kembalikan taman tersebut agar bisa berfungsi seperti semula. Kalau memang rusak semuanya, kami akan ganti dengan tanaman baru,” katanya.

Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Ketua APTI Jateng, Wisnu Brata keberatan disebut sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas kerusakan taman. Kecuali jika saat itu hanya ada massa dari petani tembakau saja yang menggelar aksi.

”Yang demo itu kan ribuan orang, bareng massa dari Kendeng yang menolak pabrik semen. Kalau sudah tercampur begitu, tidak bisa dibedakan, mana massa dari tembakau, mana yang tidak. Kecuali kalau kami tok yang demo,” tegasnya, Rabu (18/1).

Meski sudah ada bukti foto yang menggambarkan massa di kubu APTI Jateng yang berdiri di atas taman, Wisnu tetap berkilah. Dia meminta, Pemkot Semarang juga memverifikasi pihak JMPK terkait masalah ini.

”Kenapa selalu kami yang disalahkan? Soal bentrok kemarin juga. Padahal saya punya videonya yang sudah diunggah di Youtube. Kelihatan jelas orang punk dari penolak semen memukuli orang kami dulu. Sampai babak belur. Tapi di berita, katanya kami yang memulai,” katanya.

Sementara itu, Ketua JMPK, Gunretno juga menampik jika pihaknya yang merusak taman. Dia mengaku, sejak kali pertama menggelar aksi, sudah mewanti-wanti agar tidak merusak tanaman. Termasuk ketika mendirikan tenda, beberapa pekan lalu. ”Pas kepanasan pun, kami meminta agar mereka tidak berteduh di taman yang banyak pohonnya,” bebernya.

Dijelaskan, kubu JMPK menggelar aksi di bagian pintu masuk yang depannya tidak ada taman atau pulau jalan. ”Kami itu kan masyarakat peduli lingkungan. Masak malah merusak lingkungan,” cetusnya. (amu/amh/aro/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Semangat Jalan Sehat Warga Potrobangsan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Warga RW I Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang Minggu (26/8) mengadakan jalan sehat bersama. Kegiatan yang diadakan untuk menyemarakkan HUT ke-73 Kemerdekaan...

6.280 Warga Kesesi Belum Rekam E-KTP

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Sebanyak 6.280 warga yang berada di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin (12/03) kemarin, belum melakukan perekaman E-KTP, jumlah tersebut adalah...

Tiga Pasangan ABG Dijaring Satpol

MAGELANG - Tim gabungan Satpol PP, Subdenpom TNI, Polres Magelang Kota dan Dinas Kesehatan Kota Magelang, Selasa (12/12) malam lalu mengamankan tiga pasangan tidak...

Panjat Tembok, 7 Napi Kabur

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak tujuh orang warga binaan alias narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan melarikan diri, Jumat (29/12) siang. Informasi yang...

Hobi Bawa Keberuntungan

MEMILIKI hobi merias wajah sejak SMA, membawa keberuntungan Devina Putri Ardyanti. Gadis kelahiran Tangerang, 20 Mei 1994 yang baru lulus dari jurusan teknik, DIII...

Romantisnya Uluwatu dan Magetan

Oleh: Dahlan Iskan Mumpung edisi minggu. Saya isi dengan hal yang ringan: perkawinan. Baru sekali ini saya menghadiri pesta kawin di pinggir cliff: Uluwatu. Bali. Saya...