31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Janjikan Rp 11 Miliar, Tipu Korban Ratusan Juta

KAJEN–Tertangkapnya Kanjeng Dimas Taat Pribadi, ternyata tak membuat jera para penipu. Kalau kemarin dukun palsu asal Batang ditangkap, praktik penipuan penarikan uang gaib juga terjadi di Kabupaten Pekalongan.

Adalah Rahayu, 54, warga Desa Dusun Petungkon, Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebak Barang, Kabupaten Pekalongan, yang berhasil ditangkap atas laporan para korban. Lantaran mempraktikan cara penarikan uang gaib, yang ternyata hanya tipu-tipu belaka.

Sat Reskrim Polres Pekalongan, Rabu (18/1) kemarin, melakukan gelar perkara kasus tersebut dengan mendatangkan tersangka Rahayu. Bersama barang bukti berupa berupa 1 (satu) buah ikat pinggang terbuat dari kain warna hitam, 1 buah jimat/besel terbungkus lakban warna hitam, yang digantung dengan benang putih, 2 buah apel jin warna emas terbuat dari besi (gangsingan), 2 botol minyak wangi “Melati” warna hijau, 1 botol minyak wangi “searah melati MMN grup”, 2 botol minyak wangi warna kuning, 1 botol minyak wangi cussons “sweet 17”, 1 botol minyak wangi “FARON”, serbuk warna putih terbungkus plastik transparan, 1 buah boneka/golek kencana, 4 buah batu akik terbungkus kain mori, 1 kardus kosong Mie Sedap.

Terungkapnya kasus penipuan dengan modus penarikan uang gaib tersebut, atas laporan korban yang bernama Tajari, 56, warga Desa Harjosari, Kecamatan Doro ke Polsek Lebakbarang Polres Pekalongan. Tajari mengaku telah mengeluarkan uang sebesar Rp 67 juta untuk membeli beberapa perlengkapan acara ritual dari sejumlah minyak wangi hingga bunga-bungaan, untuk melakukan penarikan uang.

“Saya tergiur dengan iming-iming Rahayu, karena bisa memberikan uang Rp 11 miliar, jika mau membantu ritual untuk menarik uang gaib tersebut,” ungkap Tajari saat dimintai keterangan petugas Polres Pekalongan.

Tajari juga mengaku dilaporkannya Rahayu ke Polsek Lebakbarang, lantaran tak memenuhi janjinya. Yakni, uang Rp 11 miliar yang dijanjikan akan cair atau bisa diambil dalam kotak besar yang ada di rumahnya setelah hari raya Idul Fitri 2016 lalu, hingga awal tahun 2017 uang yang dijanjikan tidak pernah ada.

Rahayu sendiri setiap kali ditagih mengelak dan tak pernah menepati janjinya. Bahkan cenderung menghindar. Karena itulah, akhirnya dilaporkan ke Polsek Lebakbarang. “Janjinya uang Rp 11 miliar bisa diambil setelah Lebaran tahun 2016, ternyata uang yang dijanjikan tidak pernah ada,” kata Tajari.

Hal serupa juga disampaikan korban lain bernama, Achmad Munawar, 52, warga Kedungwuni, yang mengaku telah mengeluarkan uang hingga Rp 615 juta. Demikian juga dengan para korban lainnya yang hingga saat ini jumlahnya lebih dari 10 orang.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto, Rabu (18/1) kemarin, menjelaskan bahwa pelaku dalam aksinya mengajak para korban melakukan ritual menarik uang secara gaib senilai Rp 11 miliar. Oleh tersangka, para korban diminta menyerahkan sejumlah uang dengan alasan untuk membeli kebutuhan ritual dan membiayai proses mengeluarkan uang dengan jumlah bervariasi. “Saat ini tersangka masih kami periksa untuk pengembangan lebih lanjut,” jelas AKP Aries Tri Hartanto. (thd/ida)

Latest news

Related news