31 C
Semarang
Sabtu, 8 Mei 2021

Mirna Langsung Anggarkan Jembatan Kaliputih

GOTONG ROYONG : BPBD Kendal bersama-sama warga dan anggota TNI dan Polri bersama-sama membangun jembatan darurat Kaliputih, kemarin. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
GOTONG ROYONG : BPBD Kendal bersama-sama warga dan anggota TNI dan Polri bersama-sama membangun jembatan darurat Kaliputih, kemarin. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa terjun langsung meninjau Jembatan Kaliputih yang putus. Orang nomor satu di Kendal ini, meminta agar Dinas Pekerja Umum (DPU) Kendal untuk menanggarkan pembangunan jembatan agar diperbaiki secara permanen tahun ini.

Sementara menunggu perbaikan jembatan oleh DPU secara permanen, Bupati Mirna juga menurunkan kru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Yakni untuk menyalurkan bantuan logistik dan membantu warga untuk membuat jembatan darurat sementara.

Jembatan darurat ini, dimaksudkan agar warga bisa kembali beraktivitas normal. Sebab Jembatan Kaliputih merupakan satu-satunya penghubung antara Dukuh Slento dengan Desa Kaliputih. Dimana ada 350 KK atau sedikitnya 1.000 jiwa yang hidup bergantung dari jembatan tersebut.

“Kasihan warga Dukuh Slento, jika tidak dibangunkan jembatan darurat tidak bisa beraktivitas. Padahal mereka butuh kerja mencari nafkah untuk keluarga. Jadi keberadaan jembatan ini sangat krusial bagi warga Slento,” katanya, kemarin.

Untuk pembangunan Jembatan Kaliputih secara permanen, Mirna langsung meminta kepada DPU untuk meninjau jembatan dan menganggarkan langsung. Sesuai rencana, jembatan di atas Sungai Kalibodri tersebut telah dianggarkan Rp 2 miliar.

“Saat ini masih tahap reveiw design, setelah disusun DED untuk kemudian dilelang. Jadi prosesnya memang tidak singkat, kemungkinan pertengahan Maret, saya harapkan pembangunan jembatan sudah bisa dikerjakan,” jelasnya.

Mirna mengaku berterima kasih kepada semua pihak, yakni dari BPBD, TNI, Polri dan seluruh warga yang bahu-membahu bergotongroyong membangun jembatan darurat. “Saya melihat warga dan pemerintah, serta TNI dan Polri kompak,” paparnya.

Sementara Kepala BPBD, Sigit Sulistyo mengatakan pembuatan jembatan darurat dilakukan bersama-sama warga secara swadaya. BPBD hanya memberikan bantuan logistik berupa bronjong dan material lalinnya. “Sedangkan pembuatannya dilakukan secara bersama-sama, antara BPBD, TNI, Polri dan warga setempat,” jelasnya.

Ia mengakui dengan perbaikan jembatan tersebut, kini jembatan sudah bisa dilalui seperti biasanya. Baik itu oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. “Aktivitas warga kini sudah normal kembali,” tuturnya.

Sigit membeber, selain pembangunan jembatan yang segera akan dilakukan, rencananya akan dibangun penguat tebing sungai atau talud sungai. Sehingga diharapkan nantinya jembatan akan lebih kokoh dengan adanya talud. “Anggaran yang disediakan dari DPU untuk talud permanen sebesar Rp 600 juta,” tambahnya.

Diakuinya untuk kewenangan sungai dan jembatan sebenarnya milik Pemprov Jateng. Tapi karena Sungai Kalibodri di Kaliputih ini banyak digunakan untuk warga Kendal, Pemkab Kendal mau tidak mau memperbaiki sendiri. “Tapi kami sudah berkoordinasi BPBD Jateng. Termasuk DPU, kami yakin sudah berkoordinasi dengan PSDA Provinsi Jateng,” tambahnya. (bud/ida)

Latest news

Related news