31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Diterapkan di Tiga Cabang, Doanya Cukup Dibatin

Setiap Jumat, Warung Tegal (Warteg) Ibu Tia di bilangan Klipang Raya, Sendangmulyo mematok harga santapan berupa doa. Konsumen tidak perlu merogoh kocek sepeser pun. Bayarnya hanya pakai doa. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

WARUNG makan bercat oranye ini menyediakan banyak varian lauk pauk. Dari rames, sop, serta lauk khas warteg pada umumnya. Dari berbagai lauk tersebut, ada beberapa yang disuguhkan secara gratis. Yakni, empat jenis gorengan dan es teh setiap hari mulai pukul 10.00-16.00, dan penyet mangut pukul 12.00-12.30.

Khusus Jumat, semua menu gratis. Termasuk yang tergolong mahal seperti ikan dan daging. Tapi gratisan itu hanya pukul 06.00-09.00. Lepas dari jam itu, konsumen harus membayar sesuai tarif.

Penjaga warung, Karyoto, menjelaskan, sesuai amanat pemilik warteg, tidak boleh membedakan pembeli yang mampu dan yang tidak. ”Semua tetap diberi gratis tanpa pandang bulu,” ucapnya.

Meski gratis, pemilik warteg berukuran 5×6 meter persegi ini tidak menurunkan kualitas cita rasa masakan. Menu yang diberikan secara gratis, tidak ada bedanya jika dijual pada jam non gratis.

Jika bisa santap gratis, konsumen diharapkan mendoakan secara ikhlas untuk kelancaran usaha warteg ini. ”Doanya tidak perlu berucap apalagi keras, cukup dibatin saja kami sudah berterima kasih. Jadi, di sini makan gratis bayarnya dengan doa,” katanya sembari tertawa kecil.

Meski tak tahu persis sejak kapan, menurutnya, program sedekah ini sudah berjalan satu tahunan. Karyoto juga menerangkan, sudah ada dua cabang lainnya yakni di Jalan Pucang Gading dan Jalan Tlogosari, semuanya menerapkan sistem yang sama, hanya berbeda jadwal jamnya saja dalam memberikan makan gratis.

Menurutnya, memberi menu gratis ini tidak mengurangi laba penjualan. Setiap hari di luar jam gratis, warung tetap dipadati konsumen. Dapur pun selalu memasak menu-menu kembali jika habis. Biasanya menu yang masih hangat, dikeluarkan kembali menjelang makan siang.

”Alhamdulillah ramai terus setiap hari. Bahkan kadang baru buka jam 05.00 pagi saja sudah ada yang datang untuk sarapan,” ujarnya.

Tak hanya bagi pelanggan yang makan di tempat saja, pemberian cuma-cuma juga berlaku pada pelanggan yang membeli untuk dibawa pulang. Sebab, banyak warga yang membeli menu untuk dinikmati keluarga di rumah.

”Pembeli yang mbungkus makanan juga banyak, agar adil dan merata kita beri gratis empat gorengan bagi yang mbungkus lima makanan, tapi hanya berlaku pada pukul 10.00-16.00 saja,” katanya.

Tidak berkurangnya rezeki itu, dibuktikan dengan agenda piknik bagi semua karyawan warteg di tiga cabang. Minimal satu bulan sekali, semua karyawan diajak berwisata bersama ke luar kota. Setiap karyawan juga kerap diisikan pulsa telepon dan diajak makan di restoran.

”Pikniknya memang tidak jauh. Paling ke Umbul Sidomukti, Pantai Bandengan, Ngrembel, dan tempat lain yang tidak perlu menginap. Tapi kami senang. Wong difasilitasi,” ujarnya. (*/aro/ce1)

Latest news

Related news