33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Nelayan Minta Jaminan Keamanan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ribuan nelayan pengguna alat tangkap cantrang di Jateng menggeruduk kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/1) kemarin. Mereka meminta gubernur memberikan jaminan keamanan ketika melaut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lalu M Safriadi yang menemui para nelayan menjelaskan, pengguna cantrang masih waswas ketika melaut meski sudah ada Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait perpanjangan selama enam bulan. Terutama ketika melaut di perairan di luar teritorial provinsi Jateng. ”Mereka minta jaminan keamanan ketika menggunakan cantrang,” ucapnya.

Safriadi mengaku akan meneruskan aspirasi para nelayan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Dia juga tidak ingin ada kesalahpahaman aparat penegak hukum, terutama Polair dalam menyikapi masa transisi selama enam bulan ini. ”Memang keputusan enam bulan ini sebagai masa transisi penggantian alat tangkap. Tapi nelayan juga masih boleh menggunakan cantrang,” tegasnya.

Selain itu, nelayan juga meminta pemerintah mengintervensi perbankan agar mau memberikan kemudahan pinjaman untuk modal mengganti cantrang. Sebab, harga jaring pengganti cantrang cukup mahal. Antara Rp 800 juta hingga Rp 1,2 miliar untuk kebutuhan satu kapal. ”Tapi ada masalah lagi. Meski uangnya sudah ada, stok jaringnya yang kurang. Soalnya di Indonesia hanya ada tiga pabrik,” tuturnya.

Anggota Komisi B DPDR Jateng, Riyono yang juga menemui para nelayan, menjelaskan, jaminan keamanan untuk nelayan cantrang, jangan hanya di teritorial Jateng saja. Sebab, tidak sedikit nelayan Jateng yang bertandang hingga Maluku, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya untuk mencari ikan. ”Kami tidak ingin saat teman-teman melaut aparat dengan alasan yang sama saat mereka menangkap cantrang tahun lalu, kemudian sekarang menangkap lagi, kan sudah ada toleransi,” katanya.

Pihaknya meminta pemprov untuk berkoordinasi dengan Polda Jateng agar ada pemahaman mengenai perpanjangan waktu tersebut. Jangan sampai nelayan masih dijadikan target aparat.

”Sekarang ini nelayan masih ragu, jangan-jangan nanti melaut ditangkap lagi. Sebelumnya tahun lalu ada yang ditangkap di berbagai daerah,” katanya.

Terpisah, Ketua Gerakan Nelayan Tani (Ganti) Jateng, Widhi Handoko menegaskan, pihaknya akan ikut menjembatani antara nelayan, pemerintah, dan aparat hukum terkait masa transisi peralihan alat tangkap ini.

Setelah menemui perwakilan pemprov, massa yang membawa 15 bus kecil ini bergeser ke kantor Polda Jateng yang jaraknya tidak jauh dari kantor Gubernur Jateng. Mereka ingin menemui Kapolda Jateng, dan menuntut hal yang sama, yaitu meminta jaminan keamanan di laut. (amh/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemdes Siap Dukung Usaha Warga

BRINGIN –Pemerintah Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, akan terus mendukung segala bentuk usaha yang ada di desa. Hal tersebut demi meningkatkan perekonomian warga...

Ucapan Pernikahan Kahiyang-Bobby

KENDAL—Euforia pernikahan Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution juga terjadi di Kendal. Sejumlah Siswa dan Santri memberikan ucapan selamat dengan...

Targetkan Pertumbuhan Naik Hingga 67 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Memimpin pangsa pasar AC inverter hingga 58,8 persen, LG makin agresif melakukan penetrasi pasar Indonesia di tahun 2018. Tahun ini LG...

Pemkot Gelontorkan Rp 5 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jalan Lodan Raya, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara rusak cukup parah. Permukaan jalan di pinggir Kali Semarang itu banyak yang berlubang dan...

BK FKIP Bahas Konseling Multikultural dalam Semnas

MAGELANG--Masyarakat multikultural pada era postmodern merupakan kenyataan yang tidak terhindarkan. Keadaaan tersebut semakin nyata seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik teknologi komunikasi...