33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Kontraktor Jembatan Sendang Didenda Rp 226 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–Pemkab Semarang menjatuhkan sanksi berupa denda Rp 226 juta kepada rekanan penggarap pembangunan Jembatan Sendang di Kecamatan Bringin. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, Selasa (17/1) kemarin.

Dikatakan Totit, denda diberlakukan lantaran PT PMIB, selaku rekanan, dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai kontrak kerja. “Sudah langsung didenda. Denda Rp 226 juta itu kami ambilkan dari potongan pembayaran pekerjaan sesuai kontrak,” katanya.

Pemkab Semarang melalui DPU mengalokasikan Rp 12 miliar di APBD 2016 untuk pembangunan Jembatan Sendang. Harga perkiraan sendiri (HPS) dari pekerjaan tersebut ditaksir Rp 10,2 miliar. Setelah diadakan lelang terbuka secara elektronik, PT PMIB dinyatakan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp 9,867 miliar.

Setelah dilakukan penandatanganan kontrak kerja, PT PMIB diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 130 hari. “Namun rekanan tersebut tidak bisa selesai tepat waktu, yakni pada 4 Desember 2016. Terhitung mengalami keterlambatan selama 23 hari,” katanya.

Dijelaskan Totit, PT PMIB mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca. Kebetulan proyek tersebut memang bersamaan dengan masuknya musim hujan. Hanya saja, bagi pemerintah kondisi alam seperti hujan tidak bisa dijadikan alasan rekanan untuk terlambat menyelesaikan kewajibannya. “Kecuali terjadi bencana. Sesuai aturan yang ada, hujan tidak bisa dijadikan alasan. Karenanya kami bertindak tegas melalui sanksi tersebut,” katanya.

Besaran denda yang diterapkan tersebut mengacu pada PP Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa berikut sejumlah aturan perubahannya. Rekanan yang mendapatkan sanksi denda akan dilihat lebih dulu kegunaan hasil pekerjaannya. “Jika tidak bisa dimanfaatkan, maka denda dihitung sepermil dikalikan nilai kontrak,” tuturnya.

Sedangkan kalau bisa difungsikan, dendanya sebesar sepermil kali sisa nilai kontrak yang sudah dikerjakan. Lantaran jenis pekerjaan adalah pembangunan jembatan, tidak bisa dimanfaatkan jika belum selesai, maka denda dihitung dari nilai kontrak. “Kami berharap penerapan sanksi ini bisa menjadi pembelajaran bagi rekanan lain agar bisa menyelesaikan kewajibannya sesuai kontrak kerja,” ujarnya.

Kabid Bina Marga Supadi menambahkan saat ini Jembatan Sendang sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Panjang keseluruhan Jembatan Sendang mencapai sekitar 195 meter dengan lebar sekitar enam meter. “Panjang jembatan itu sudah termasuk bentang jembatan dan oprit jembatan di dua sisinya,” tuturnya.

Hanya saja, sesuai hasil pengecekan ada beberapa titik yang perlu perbaikan. Seperti di bagian oprit jembatan sisi timur yang dibenahi dengan konstruksi beton. “Itu karena lapisan tanah terlalu jenuh. Kalau diaspal nanti tidak awet, mudah rusak. Pihak rekanan sudah menyatakan kesiapannya untuk membenahi mengingat masih dalam masa pemeliharaan,” katanya. (ewb/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rebut Hati Kalangan NU dan Santri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bakal pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Taj Yasin (Gus Yasin Maimoen) optimistis bakal mendapat dukungan dari semua kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan...

DPR RI Akan Turun ke Kebonharjo

SEMARANG-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memastikan akan mengajak unsur pimpinan dan anggota DPR RI untuk turun ke Kebonharjo, Tanjung Mas, Semarang Utara. Hal ini...

Inovasi Disruptif : Apakah Sebuah Keharusan?

RADARSEMARANG.COM - INOVASI disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu. Inovasi disruptif mengembangkan...

Dari Bank Sampah, Kini Hasilkan Jutaan Rupiah

Dari awalnya mengelola bank sampah, kini Nunuk Zaenubia sukses mendirikan rumah daur ulang. Di tempat ini, sampah plastik diolah menjadi biji plastik. Seperti apa? BUDI...

Pikul Motor Seberangi Sungai Jragung

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN-Pasca putusnya Jembatan Sunut di Dusun Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, warga setempat membuat jembatan darurat dari kayu. Menurut beberapa warga setempat, pembuatan...

Bocah Juga Bantu TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - TMMD Reguler yang berlangsung di Desa Bonomerto Kecamatan Suruh ini semakin memperlihatkan keguyuban dan keakraban antara anggota TNI dan masyarakat. Bahkan,...