31 C
Semarang
Rabu, 25 November 2020

Jangan Paksakan Unas Online

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – DPRD Jateng menyoal terkait dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional. Kebijakan tersebut sangat memberatkan dan memaksakan sekolah. Sebab, sekolah yang memiliki 20 komputer diwajibkan untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv mengatakan, harusnya Mendikbud memahami kondisi sarana prasarana satuan pendidikan di Indonesia secara utuh. Apalagi, ada perintah untuk sekolah yang tidak memenuhi supaya menginduk ke sekolah agar bisa mengikuti UNBK. Ini jelas bakal mengganggu pelaksanaan unas, baik secara psikologis, sosiologis, geografis, ekonomis dan target akademik. ”Mestinya jika pemerintah dan masyarakat belum siap dengan UNBK tidak perlu ada batasan tersebut, tetapi disesuikan dengan kemampuan sekolah,” katanya.

Sebelum mengambil kebijakan, harusnya Kemendikbud melakukan koordinasi dengan Kemenag. Tujuanya agar ada kesamaan pikiran terkait dengan UNBK. Terlebih madrasah justru lebih banyak yang swasta dan belum siap dengan sarprasnya. Jika ini dipaksakan justru akan muncul kesenjangan antara sekolah dengan madrasah, negeri dengan swasta. ”Kami khawatir SE tersebut banyak sekolah/madrasah yang sebetulnya tidak siap karena belum memiliki komputer lalu memaksakan kehendak dengan alasan gengsi dan presties. Kemudian menarik biaya tanpa kontrol kepada orang tua murid, untuk biaya pengadaan komputer,” ujarnya.

Dewan menilai unas yang dilakukan 2016 sudah bagus, baik CBT maupun PBT. Sehingga sekolah tetap fokus pada penguatan standar isi dan standar kurikulum, ketimbang ribet dengan soal pengadaan komputer, menginduk sekolah terdekat dan lainnya. Apalagi dalam unas tersebut juga ada beberapa mapel tambahan yang diikutkan dalam UNBN. ”Secara teknis ini juga membutuhkan waktu, meskipun tahapannya sudah dipersiapkan. Belajar dari kebijakan menteri-menteri sebelumnya yang selalu mengubah-ubah kebijakan, akhirnya kedodoran dan justru malah mencederai hasil ujian nasional,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono mengapresiasi pelaksanaan UNBK atau computer based test (CBT). Ada modernisasi dengan penerapan UNBK setelah sebelumnya menggunakan sistem UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil) atau PBT (Paper Based Test). Belajar dari pengalaman, pelaksanaan UNBK oleh Satuan Pendidikan di  Jateng berjalan baik. ”Namun demikian harus ada peningkatan kesiapan sekolah yang menyelenggarakan UNBK, baik dari proktor, teknisi dan pengawas UNBK,” katanya. (fth/zal/ce1)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...