33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Dosen Digendam, Serahkan Uang Rp 40 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Seorang dosen perguruan tinggi swasta di Kota Semarang bernama Lili Marliyah, menjadi korban gendam. Warga Giri Mukti Timur I/312, Tlogosari Kulon, Pedurungan, itu mengaku tidak sadar uang senilai Rp 40 juta miliknya dibawa kabur orang tak dikenal, setelah diajak ngobrol.

Lili pun melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (17/1) kemarin. Dari keterangan korban, peristiwa terjadi pada Selasa (17/1) sekitar pukul 08.00. Saat itu korban sedang menunggu taksi di jalan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Rencananya, dia hendak membimbing mahasiswanya di Kampus daerah Bendan, Sampangan.

Namun sebelum mendapat taksi, tiba-tiba korban dihampiri dua orang tak dikenal. Dua orang tersebut menyalami dan memperkenalkan diri masing-masing mengaku bernama Abdullah dan Anton dari Singapura. ”Menanyakan sebuah alamat pondok pesantren di Kendal,” ungkap korban saat pelaporan di SPKT Polrestabes Semarang, kemarin.

Korban yang terburu-buru hanya menanggapi seperlunya pertanyaan dua orang pelaku tersebut. Namun salah satu pelaku bernama Anton memberondong pertanyaan kepada korban dan meminta agar ditunjukkan lokasi pondak pesantren yang ada di Kendal.
”Saat berinteraksi dengan Anton, kesadaran saya hilang. Mengikuti semua apa saja yang diperintahkan,” katanya.

Korban juga sempat disuruh masuk ke dalam mobil pelaku untuk menunjukkan tempat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun sesampai di ATM, korban diminta menunjukkan nomor PIN dua ATM milik korban. Masing-masing BNI dan BTN. ”BNI di Jalan Gajah sebesar Rp 10 juta, ATM BTN di Jalan MT Haryono sebesar Rp 10 juta,” jelasnya.

Tak hanya itu, korban juga diajak menuju sebuah toko perhiasan untuk membeli emas dengan uang tunai yang dibawa korban. Tak tanggung-tanggung uang tunai milik korban di dalam tas tersebut mencapai Rp 20 juta. ”Disuruh membelikan perhiasan di Toko Emas kawasan Peterongan. Alasannya perhiasan dan uang tersebut nantinya akan diinfakkan di pondok pesantren,” katanya.

Setelah pelaku berhasil memperdayai, selanjutnya korban diantar ke tempat bekerjanya di Kampus Bendan Duwur. Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku juga memberikan imbalan menyerahkan sebuah amplop berisi dua lembar Dolar Singapura. ”Setelah dia (pelaku) pergi, di dalam amplop hanya berisi empat lembar uang Rp 2 ribu. Kalau ngakunya, uang dolar dua lembar itu kalau dikurskan mencapai Rp 50 juta,” jelasnya.

Diduga, pelaku dua orang ini melakukan penipuan dengan modus gendam. Pelaporan ini telah diterima petugas SPKT Polrestabes Semarang, kasus ini telah dikoordinasikan dengan Satreskrim. (mha/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belajar Asyik Literasi Kompilasi Materi Berbahasa Arab

RADARSEMARANG.COM - PENGUASAAN materi berbahasa arab dalam Alquran dan hadist pada siswa tingkat SD/MI memerlukan pembelajaran intensif, selain daya dukung kegiatan pembelajaran Madrasah Diniyah...

Harga Beras Naik, Dinilai Masih Wajar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Harga beras dan ayam potong di sejumlah pasar tradisional Salatiga merangkak naik. Kenaikan dimulai saat menjelang Natal dan Tahun Baru lalu...

Alumnus UPGRIS Dijerat Pasal Berlapis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Alumnus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Windu Purbowo bin Purwadi, 30, dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dengan pasal berlapis atas kasus dugaan penipuan...

Klaim Menderita di Penampungan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Persatuan Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) meminta Pemkab konsisten dalam pembangunan Pasar Induk. Selain tepat waktu, selama proses relokasi, hendaknya dilakukan...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Liburan Tidak Harus Berwisata, lalu Seperti Apa?

RADARSEMARANG.COM - BETAPA tidak mudah bagi sebagian siswa ketika harus menuliskan pengalaman liburan. Sebagian siswa yang selalu libur di rumah dan bermain di seputaran...