31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Truk Pembawa Miras Ilegal Diamankan

KAJEN-Truk bak tertutup yang membawa ratusan botol miras, diamankan oleh Sat Reskrim Polres Pekalongan. Tepatnya, saat hendak melakukan bongkar muat di rumah milik warga di Desa Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Selasa (17/01) kemarin.

Informasi tentang miras tersebut bersumber dari laporan warga yang melihat ada truk warna kuning dengan nopol H 1526 WS datang ke rumah warga di Desa Bojongminggir. Truk tersebut ternyata membawa ratusan botol miras dengan berbagai merek yang akan dipasarkan di warung remang-remang yang tersebar di wilayah Kecamatan Bojong.

Kapolsek Bojong Polres Pekalongan, AKP I Wayan Suadi mengungkapkan bahwa truk tersebut terpaksa diamankan oleh Polsek Bojong karena membawa miras berupa anggur orang tua botol besar sebanyak 24 dus, anggur orang tua kecil sebanyak 2 dus, vodka kecil 3 dus, dan vodka 500 ml sebanyak 1 dus (@12 botol).
“Truk pembawa miras tersebut, tidak dilengkapi dengan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) maupun surat izin lainnya yang menunjukkan legalitas, sehingga kami amankan,” ungkap AKP I Wayan Suadi.

Adapun sopir truk, Saleh Mustakim, 38, warga Jalan Arjuna Gang 12, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kabupaten Tegal masih diamankan untuk dimintai keterangan. Menurutnya, miras tersebut merupakan pesanan Thoyib, 40, pedagang kelontong di Desa Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Namun, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan izin usaha, sehingga diperiksa di Polsek Bojong untuk dimintai keterangan. “Sopir truk dan pedagang miras masih kami mintai keterangan. Sedangkan barang bukti miras dan truk masih kami amankan,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 003 Desa  Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Budi Utomo, menegaskan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengingatkan dan menegur Thoyib. Menurutnya kecurigaan warga bermula ketika banyak pemuda mendatangi toko Thoyib pada setiap malam Jumat dan Sabtu malam. Setelah diselediki ternyata menjual miras. “Kami harap, pihak kepolisan menutup toko yang menjual miras, agar tidak merusak para pemuda sekitar Desa Bojongminggir,” kata Budi. (thd/ida)

Latest news

Related news