31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Bank Sampah Terkendala Fasilitas

UNGARAN–Keberadaan bank sampah di Kabupaten Semarang dapat memberikan peluang ekonomi kepada masyarakat. Pasalnya, hingga kini sebanyak 30 bank sampah sudah didirikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Semarang.

Bank sampah yang didirikan tersebut melakukan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. “Bank sampah di masyarakat Kabupaten Semarang sudah mulai kita tumbuhkan,” ujar Kepala Dinas LH, Nurhadi Subroto, Senin (16/1) kemarin.

Pengelola bank sampah yang mampu menghasilkan produk kerajinan tangan bernilai ekonomi salahsatunya yaitu di Kelurahan Gedhanganak. “Kelompok itu sudah bisa produksi dari pengelolaan sampah. Sudah membuat tas, bunga,” katanya.

Namun produksi kerajinan tangan tersebut masih terkendala fasilitas. Sehingga pengelolaannyapun masih dilakukan secara manual. Seperti halnya pemotongan sampah plastik masih memakai cara manual. Akibatnya produksi kerajinan belum bisa secara maksimal. Ke depan, lanjutnya, pihak Pemkab Semarnag akan berupaya memfasilitasi pengelolaan bank sampah disetiap kelompok pengelola.

Seperti halnya pengadaan mesin pemotong sampah plastik dan mesin jahit. Hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengelolaan sampah. Selain itu, saat ini Dinas LH juga terus memberikan pelatihan berupa Bintek, sosialisasi, serta bimbingan kepada kelompok pengelolaan bank sampah sampah. “Ke depan, masyarakat yang sudah bersedia dan siap dengan lembaga bank sampahnya akan didorong dengan diberi sarana penunjang, seperi mesin jahit, mesin pencacah plastik,” katanya. (ewb/ida)

Latest news

Related news