31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Kontraktor Jembatan Sendang Didenda Rp 226 Juta

UNGARAN–Pemkab Semarang menjatuhkan sanksi berupa denda Rp 226 juta kepada rekanan penggarap pembangunan Jembatan Sendang di Kecamatan Bringin. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, Selasa (17/1) kemarin.

Dikatakan Totit, denda diberlakukan lantaran PT PMIB, selaku rekanan, dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai kontrak kerja. “Sudah langsung didenda. Denda Rp 226 juta itu kami ambilkan dari potongan pembayaran pekerjaan sesuai kontrak,” katanya.

Pemkab Semarang melalui DPU mengalokasikan Rp 12 miliar di APBD 2016 untuk pembangunan Jembatan Sendang. Harga perkiraan sendiri (HPS) dari pekerjaan tersebut ditaksir Rp 10,2 miliar. Setelah diadakan lelang terbuka secara elektronik, PT PMIB dinyatakan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp 9,867 miliar.

Setelah dilakukan penandatanganan kontrak kerja, PT PMIB diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 130 hari. “Namun rekanan tersebut tidak bisa selesai tepat waktu, yakni pada 4 Desember 2016. Terhitung mengalami keterlambatan selama 23 hari,” katanya.

Dijelaskan Totit, PT PMIB mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca. Kebetulan proyek tersebut memang bersamaan dengan masuknya musim hujan. Hanya saja, bagi pemerintah kondisi alam seperti hujan tidak bisa dijadikan alasan rekanan untuk terlambat menyelesaikan kewajibannya. “Kecuali terjadi bencana. Sesuai aturan yang ada, hujan tidak bisa dijadikan alasan. Karenanya kami bertindak tegas melalui sanksi tersebut,” katanya.

Besaran denda yang diterapkan tersebut mengacu pada PP Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa berikut sejumlah aturan perubahannya. Rekanan yang mendapatkan sanksi denda akan dilihat lebih dulu kegunaan hasil pekerjaannya. “Jika tidak bisa dimanfaatkan, maka denda dihitung sepermil dikalikan nilai kontrak,” tuturnya.

Sedangkan kalau bisa difungsikan, dendanya sebesar sepermil kali sisa nilai kontrak yang sudah dikerjakan. Lantaran jenis pekerjaan adalah pembangunan jembatan, tidak bisa dimanfaatkan jika belum selesai, maka denda dihitung dari nilai kontrak. “Kami berharap penerapan sanksi ini bisa menjadi pembelajaran bagi rekanan lain agar bisa menyelesaikan kewajibannya sesuai kontrak kerja,” ujarnya.

Kabid Bina Marga Supadi menambahkan saat ini Jembatan Sendang sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Panjang keseluruhan Jembatan Sendang mencapai sekitar 195 meter dengan lebar sekitar enam meter. “Panjang jembatan itu sudah termasuk bentang jembatan dan oprit jembatan di dua sisinya,” tuturnya.

Hanya saja, sesuai hasil pengecekan ada beberapa titik yang perlu perbaikan. Seperti di bagian oprit jembatan sisi timur yang dibenahi dengan konstruksi beton. “Itu karena lapisan tanah terlalu jenuh. Kalau diaspal nanti tidak awet, mudah rusak. Pihak rekanan sudah menyatakan kesiapannya untuk membenahi mengingat masih dalam masa pemeliharaan,” katanya. (ewb/ida)

Latest news

Related news