31 C
Semarang
Selasa, 18 Mei 2021

Proyek Underpass Molor 8 Bulan

JATINGALEH – Pengerjaan proyek Underpass Jatingaleh terkesan lambat karena terkendala cuaca. Selain itu, pembebasan lahan yang membutuhkan waktu lama membuat pengerjaan molor. Sejauh ini, proses pembangunan dilakukan secara bertahap baik di seksi Ksatrian dari arah utara, maupun di sisi selatan.

Dinding penahan jalan utama dan front stage sepanjang 51,3 meter berada di sisi barat dan 70 meter untuk sisi timur mulai dikerjakan. ”Penyelesaian dinding penopang jalan ini diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 bulan,” kata pelaksana proyek PT Armada Hada Graha Bambang Tri, Selasa (17/1).

Dikatakannya, di sisi utara mulai dilakukan pemasangan tiang pancang untuk underpass seksi Kestrian. Sedangkan sisi selatan mulai dilakukan pembangunan dinding penopang jalan utama. Secara total, underpass tersebut memiliki panjang kurang lebih 1,3 km. ”Pembangunan dinding penopang saat ini sudah 45 persen,” katanya.

Setelah dinding tersebut selesai, tahap selanjutnya adalah pelebaran jalan untuk pengalihan arus lalu lintas dari arah Gombel Lama. Tentunya, pengalihan tersebut perlu dilakukan untuk memperlancar pembangunan underpass seksi Gombel. ”Untuk sisi utara saat ini sudah dilakukan pemasangan tiang pancang. Setiap harinya, ditargetkan bisa dilakukan pemasangan tiang pancang di 9 titik,” katanya.

Bambang mengakui, pembangunan proyek underpass ini melewati target yang direncanakan yakni akhir 2016. Namun pembangunan belum bisa diselesaikan hingga sekarang. Ia mengakui proses pembangunan underpass tersebut molor karena sebelumnya terkendala pembebasan lahan. ”Selain itu juga terkendala cuaca yang seringkali hujan deras,” katanya.

Menurutnya, pembebasan lahan yang cukup menghambat adalah pembebasan tanah milik TNI AL dan Direktorat Jenderal Pajak. Pembebasan lahan di dua titik tersebut memerlukan prosedur khusus. ”Pembebasan lahan untuk tanah TNI AL dan Pajak baru selesai bulan November lalu, sehingga baru bisa dikerjakan,” katanya.

Selain itu, kendala pembebasan lahan warung makan padang. Meski telah dilakukan pembebasan lahan, tetapi kondisi bangunannya menjorok ke jalan. Sehingga perlu dilakukan pembongkaran.

Salah seorang warga, Marsono, mengatakan Underpass Jatingaleh sebetulnya memang mendesak dibutuhkan. Sebab, jalur tersebut merupakan titik paling rawan kemacetan. Tetapi menurutnya, sejauh ini, progres pembangunan underpass tersebut sangat lambat. ”Dulu berdasarkan target saat dilakukan sosialisasi, pembangunan bisa diselesaikan akhir Desember 2016. Tapi sampai sekarang malah justru molor. Kalau memang diselesaikan hingga Agustus mendatang, berarti molor 8 bulan,” katanya. (amu/zal/ce1)

Latest news

Related news