33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

2017, Wali Kota Targetkan Belanja Langsung 70 Persen

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG Sejumlah proyek pembangunan fisik di lingkungan Pemkot Semarang tahun anggaran 2016, diresmikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (17/1). Seperti peresmian Paviliun Gatot Kaca RSUD Kota Semarang yang kini beralih nama menjadi RS KRMT Wongsonegoro. Kemudian Pasar Pedurungan, Kampung Tematik di Kecamatan Semarang Tengah, dan GOR Tri Lomba Juang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Adi Tri Hananto, memaparkan, bahwa APBD Kota Semarang Tahun 2016 sebesar Rp 4.414.701.354.680 dengan rincian Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1.641.349.152.800  dan Belanja       Langsung       sebesar    Rp 2.773.352.201.880  yang dikerjakan melalui 465 program dengan 3.084 kegiatan fisik maupun nonfisik dari wilayah pinggiran sampai dengan pusat perkotaan.

”Untuk pembangunan fisik di antaranya adalah peningkatan Jalan Kedungmundu-Tentara Pelajar, Jabungan, pembangunan Pasar Pedurungan, Pasar Peterongan, pembangunan Gedung Private Wing, dan Kantor Diklat Kota Semarang. Sedangkan untuk proses pengadaan barang, antara lain cold milling, dump truck, long arm backhoe, mobil meterologi (mobil tera), mobil ambulans Hebat, bus BRT, home care mobil, serta pengadaan mobil penjemputan pasien Jamkesmaskot,” beber Sekda di sela acara peresmian Paviliun Gatot Kaca di lingkungan RS KRMT Wongsonegoro, pagi kemarin.

Kegiatan peresmian sejumlah proyek kemarin juga diikuti seluruh kepala OPD, Muspida, dan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi.

Menurut wali kota, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud transparansi sekaligus bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kepada warga terkait pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2016. ”Secara keseluruhan proyek pembangunan selama tahun 2016 ini berjalan dengan baik, dibuktikan dengan menurunnya Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) menjadi sebesar Rp 600 miliar-Rp 700 miliar,” tegasnya.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya senang karena belanja langsung di 2016 nilainya sebesar 65 persen dari total APBD, dan 35 persen untuk belanja tidak langsungnya atau untuk belanja pegawai.

”Artinya semakin besar anggaran yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Ini juga akan saya targetkan bahwa ke depan belanja langsung harus di angka 70 persen, serta melakukan efisiensi belanja tidak langsung,” katanya.

Pemilihan nama baru untuk RSUD, karena KRMT Wongsonegoro merupakan pelaku pertempuran 5 hari di Semarang yang juga Gubernur Jawa Tengah. ”Kota Semarang memiliki kedekatan dengan beliau karena rutin berziarah ke makamnya,” tandasnya.

Jenderal Purnawirawan Rusdiharjo yang merupakan cucu dari KRMT Wongsonegoro, yang turut hadir merasa bangga dan terharu terkait pencantuman nama kakeknya untuk RSUD Kota Semarang.

Hendi menjelaskan, pembangunan Paviliun Gatot Kaca untuk rawat inap kelas VIP dan VVIP ini bukan berarti pemkot tidak pro dengan masyarakat kalangan bawah. Pembangunan ini, lanjut Hendi, untuk memenuhi asas keadilan. Memberikan fasilitas bagi kelas menengah bawah dan menengah atas. ”Sebelumnya kita juga sudah bangun kamar 80 unit untuk kelas III. Jadi, saya rasa semua demi asas keadilan, memfasilitasi semua kalangan,” ujarnya.

Direktur Utama RS KRMT Wongsonegoro, dr Susi Herawati, menjelaskan, Paviliun Gatot Kaca terdiri atas 42 unit ruangan. Rinciannya, 22 VIP, 18 VVIP, dan 2 President Suite. Masing-masing menempati lantai 2, 3, dan 4. ”Sedangkan lantai 1 untuk rawat jalan dan klinik spesialis dan area publik, ada foodcourt dan ATM,” tandasnya.

Disinggung kapasitas tempat tidur pasien, Susi menyatakan ada 420 unit. Dari jumlah tersebut 60 persennya untuk menampung pasien kelas III. Sementara VIP hanya 10 persen. ”Kalau hanya 10 persen dari 420 itu tidak seberapa jika dibandingkan yang kelas III. Jadi, kita masih pro dengan masyarakat kecil,” ujarnya.

Susi memastikan tindakan atau pelayanan yang diberikan kepada pasien, baik itu kelas I, II, dan III akan sama. Yang membedakan hanya tarif kamarnya saja. ”Kamar operasi juga sama antara VIP dan non VIP. Ini yang membedakan rumah sakit yang lain. Kalau RS lain mohon maaf kalau naik kelas semua naik, harga obat pun naik. Kalau di tempat kami tidak, yang berbeda itu harga kamarnya saja (fasilitas),” tandasnya.

Setelah meresmikan Gedung Paviliun Gatot Kaca, wali kota bersama rombongan menuju Pasar Pedurungan yang selesai dibangun. Pihaknya meminta Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto untuk segera melakukan penataan lapak. ”Yang masih berlapak di luar segera ditata di dalam pasar agar terlihat rapi,” pintanya.

Peresmian proyek kemudian berlanjut ke kampung tematik Miroto di Jalan Seteran Kecamatan Semarang Tengah. Kampung tematik  ini rencananya akan diberlakukan di 32 titik dengan persentase 50 persen yang telah berjalan. ”Ada peningkatan yang semula kumuh berubah menjadi lebih baik, serta  ada potensi UMKM yang berhasil diangkat. Harapannya akan muncul daya tarik dari masing-masing kampung, sehingga dapat menarik para pendatang ke Kota Semarang. Seperti di Semarang Tengah ini ada pembuat barongsai dan pembuat kulit lunpia,” tuturnya.

Tujuan akhir rombongan adalah GOR Tri Lomba Juang yang juga diresmikan siang kemarin. Wali kota menyebutkan pada 2017 ini adalah tahun akhir pembangunan sarana olahraga ini. ”Tapi secara umum kami siap untuk menjadi tuan rumah Popnas dan Porprov yang semula diselenggarakan di Kota Tegal. Harapannya di tahun 2017 ini lelang segera selesai,” kata wali kota.

Di lokasi yang sama wali kota juga meresmikan 5 ambulans yang diberi nama Ambulans si Cepat. Ini merupakan ambulans reaksi cepat yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat dengan gratis dengan fasilitas driver, perawat, dokter, dan petugas kesehatan yang standby selama 24 jam. ”Harapannya masyarakat yang sakit dan membutuhkan ambulans ini dapat menelepon dan segera ditangani. Ke depan akan segera disusul ambulans lain minimal 2 ambulans di setiap kecamatan,” pungkasnya. (zal/aro/ce1)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

92 Pasangan Ikuti Itsbat Nikah

KAJEN  –  Sebanyak 92 pasangan dari 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Paninggaran, Lebakarang dan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Rabu (1/3) melakukan sidang Itsbat nikah atau pengesahan pernikahan, yang...

Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

RADARSEMARANG.COM-Banyak wisatawan di Karimunjawa yang melakukan snorkling tetapi mereka tidak punya keahlian. Mereka belum pernah melakukan sebelumnya. Bahkan, berenang pun tidak bisa. Kalau anda termasuk...

Mau Daftar Polisi, Ikut Binlat

MAGELANG –Polres Magelang Kota membuka pendaftaran Bimbingan dan Latihan (Binlat) sebagai persiapan untuk mendaftar menjadi calon anggota Polri. Langkah tersebut dimantapkan dengan membuka stan...

Telkom Santuni Anak Yatim

PEKALONGAN-Di bulan suci Ramadan ini, Telkom Witel Pekalongan kembali berbagi dengan anak yatim piatu di Pekalongan lewat Safari Ramadan. Selain berharap berkah, juga meminta...

Diselundupkan Bareng Marerial

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan bukan isapan jempol. Personel gabungan Polres Pekalongan Kota bersama Kodim 0710 Pekalongan berhasil mengamankan narkotika...

Kartini Harus Jadi Motivasi

WONOSOBO–Peringatan Hari Kartini dijadikan momentum oleh organisasi perempuan Wonosobo, dengan menggelar 21 kegiatan. Kegiatan didominasi pemberdayaan dan peran perempuan dalam proses pembangunan masyarakat, sekaligus...