SEMARANG – Pembangunan proyek tol Semarang-Solo, ruas Bawen-Salatiga sudah mencapai 81 persen. Jalan tol sepanjang 17,6 km tersebut diperkirakan bisa dibuka untuk umum, awal Maret mendatang.

Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ali Zainal Abidin menjelaskan, target tersebut sudah dipatok Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Praktis, dalam satu bulan ini, pihaknya harus bekerja ekstrakeras untuk merampungkan sisa konstruksi yang tinggal 19 persen tersebut.

”Konstruksi harus sudah selesai Februari besok. Soalnya sebelum dibuka untuk umum, harus melewati uji kelayakan dari Tim Bina Marga Jateng, PT SPJT, Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, dan pihak kepolisian,” ucapnya.

Uji kelayakan tersebut akan dilalukan berkali-kali. Setidaknya memakan waktu satu bulan. ”Jadi harus selesai Februari agar Maret bisa digunakan untuk khalayak umum,” imbuhnya.

Pimpinan Proyek (Pimpro) PT TMJ Jateng, Indriyono menambahkan, pengerjaan konstruksi tol itu dikerjakan secara taktis karena terkendala cuaca. Jika hujan turun, terpaksa semua pekerja konstruksi ditarik. Selain untuk keamanan, lahan juga tidak bisa digarap karena tanahnya lunak. Praktis, pengerjaan harus menunggu tanah kering total. ”Kalau pagi ada matahari, biasanya tanah baru kering sekitar jam 12 siang. Itu baru bisa dikerjakan. Kalau jam 14.00 hujan, ya harus berhenti lagi,” tegasnya.

Padahal, dari prakiraan Badan Meteorogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, curah hujan paling tinggi terjadi pada akhir Januari hingga Februari mendatang. ”Pengerjaannya bisa selesai dalam satu bulan atau tidak, nanti lihat saja. Kami sedang berupaya. Ngebut tapi tidak mengesampingkan kualitas,” tegasnya.

Setelah tol Bawen-Salatiga klir, konstruksi akan dilanjutkan ke ruas Salatiga-Solo yang saat ini masih masuk lelang konstruksi. Nantinya yang mengerjakan adalah PT Solo Ngawi Jaya (SNJ). Meski begitu, ketika tol sudah jadi, operasionalya akan dikelola PT TMJ. (amh/ric/ce1)