31 C
Semarang
Selasa, 18 Mei 2021

Yakinkan Investor, Bupati Kunjungi Daerah Industri

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana mengembangkan wilayah utara yang meliputi Kecamatan Siwalan, Wiradesa, Tirto dan Wonokerto, atau wilayah yang berada di jalur pantura Kabupaten Pekalongan, sebagai zonasi ekonomi industri. Yakni kawasan industri yang berbasis manufatur, perikanan, industri rumah tangga atau usaha mikro kecil menengah (UMKM), baik insutri batik, garment atau industri pendukung lainnya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu daerah yang paling aman dan kondusif. Tentunya sangat bagus untuk investor. “Saat ini, Kabupaten Pekalongan menjadi tujuan dari beberapa perusahaan besar yang ada di Jakarta, yang akan mendirikan pabrik di Kabupaten Pekalongan,” katanya saat meninjau persiapan pembangunan kawasan industri di Desa/Kecamatan Siwalan, Senin (16/2) kemarin.

Menurutnya, suasana yang kondusif dan aman, serta masih terjangkaunya UMR di Kabupaten Pekalongan, jika dibandingkan dengan wilalah DKI Jakarta, merupakan salah satu alasan dijadikannya tujuan investasi bagi para investor.

“Saat ini ada puluhan perusahaan besar skala nasional, sudah mengajukan surat permohonan usaha investasi di Kabupaten Pekalongan. Termasuk beberapa negara seperti Korea Selatan, Arab Saudi dan Australia yang mulai menjajaki untuk berinvestasi di Kabupaten Pekalongan,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan, untuk mendukung pengembangan kawasan industri tersebut, Pemkab Pekalongan sedang memperbaiki dan menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut.

“Saat ini Pemkab Pekalongan sudah menyiapkan kemudahan perizinan, agar para investor tidak kesulitan ketika hendak mengurus perizinan investasi atau mendirikan pabrik di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, melimpahnya SDM merupakan kemudahan lain dalam berinvestasi di Kabupaten Pekalongan,” tegas Bupati Asip saat di lokasi kawasan industri Desa/Kecamatan Siwalan. (thd/ida)

Latest news

Related news